Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Suasana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sinduadi Timur pada Jumat (17/1/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini sebagai respons atas banyaknya kasus keracunan MBG di beberapa sekolah di DIY beberapa waktu terakhir.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menjelaskan ia telah mengimbau kepada sekolah agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan MBG. Sekolah diminta memastikan jika makanan yang akan dibagikan kepada siswa layak makan.
“Kami menyarankan ke sekolah-sekolah dan guru-guru agar mengamati makanan sebelum dikonsumsi. Jika ada rasa atau bau yang mencurigakan misalnya agak basi, sebaiknya segera dilaporkan. Setiap sekolah biasanya ada tim, dan siswa mengambil jatah makanan dari situ. Kami sarankan agar tim sekolah memeriksa terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
BACA JUGA: Anggaran Rp335 Triliun MBG untuk Digitalisasi hingga Intervensi Gizi
Di samping itu, koordinasi sekolah dengan penyedia makanan atau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga harus intens. “Kemarin kami sudah meminta pihak terkait agar lebih hati-hati dalam distribusi makanan. Itu yang menjadi fokus utama,” katanya.
Kemudian setelah menyantap MBG, para siswa juga perlu terus dipantau kondisinya, untuk memastikan jika tidak terjadi hal yang membahayakan setelah makan.
“Guru juga harus mengamati siswa setelah makan, apakah ada keluhan atau tanda-tanda tidak enak badan. Beberapa sekolah sudah melakukan pengecekan cepat ke puskesmas saat ada gejala keracunan,” ungkapnya.
Terkait kasus keracunan MBG yang terjadi di Sleman dan Kulonprogo beberapa waktu lalu, ia memastikan siswa terdampak langsung mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. "Penanganannya sejauh ini cukup cepat,” kata dia.
Seperti diketahui, kasus keracunan MBG terjadi di Sleman pada awal Agustus lalu. keracunan terjadi di SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati dan SMP Pamungkas Muhammadiyah Mlati, dengan korban keracunan ratusan siswa dan sejumlah tenaga pendidik.
Pada akhir Juli lalu kasus keracunan MBG juga terjadi di SMP Muhammadiyah 2 Wates dan SMPN 3 Wates, Kulonprogo. Pada kejadian ini sebanyak lebih dari 400 siswa mengalami keracunan setelah memakan MBG di sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan Garuda GA-981. Sebanyak 382 jamaah umrah dari Jeddah dialihkan mendarat ke Aceh.
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menginstruksikan PJJ bagi sekolah terdampak parah erupsi Anak Krakatau. Pemda menentukan durasi belajar dari rumah.
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
Timnas U20 Indonesia lolos ke Piala Asia U20 2027 setelah mengalahkan Australia 2-0 dan menjadi juara Grup H kualifikasi.