35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Aktivitas nelayan yang menyeberangkan pengunjung di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2025. Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul berinisiatif membuka jasa penyeberangan ke gumuk pasir di kawasan tersebut. Jasa penyeberangan dibuka untuk mengurangi risiko kecelakaan laut karena derasnya aliran sungai bawah tanah Baron.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Sumardi mengatakan, keberadaan sungai bawah tanah di Pantai Baron seringkali mengubah kontur di kawasan tersebut. Sebagai contoh, aliran sungai yang mengarah ke timur membuat kondisi pantai berubah karena membentuk sebuah pulau atau dikenal dengan gumuk pasir dadakan.
“Kalau aliran mengarah ke selatan atau langsung ke laut, maka tidak ada gundukan pulaunya sehingga pengunjung bisa bermain bebas di pantai,” kata Mardi, Senin (25/8/2025).
Ia menjelaskan, kondisi saat sekarang, aliran sungai bawah tanah mengarah ke timur sehingga membentuk gumuk pasir. Fenomena ini dimanfaatkan oleh para nelayan untuk membuka jasa penyeberangan.
“Cukup Rp10.000, pengunjung akan diseberangkan pulang pergi ke gumuk pasir untuk bermain di Pantai Baron,” katanya.
Menurut dia, alasan membuka jasa penyeberangan karena aliran sungai sangat deras sehingga sangat berbahaya. Mardi mengungkapkan, sebelum membuka jasa penyeberangan ini, seringkali ada pengunjung yang tenggelam karena menyeberang untuk sampai di gumuk pasir.
“Kelihatannya tenang, tapi arus dibawah kuat. Sedangkan tanah yang dipijak juga seringkali ambles sehingga sangat berbahaya, makanya dibuka jasa penyeberangan,” katanya.
Jasa penyeberangan yang dibuka nelayan sudah berlangsung sekitar dua tahun. Meski demikian, ia memastikan tidak memaksa pengunjung untuk menggunakan perahu.
“Kalau bisa berenang dan beran menyeberang dipersilahkan tidak naik perahu. Tapi, risikonya harus ditanggung sendiri. Yang jelas, nelayan membuka jasa penyeberangan untuk keselamatan pengunjung,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, untuk jasa penyeberangan di Pantai Baron ada kelompok tersendiri yang dibuat oleh para nelayan. Jasa antar jemput dibuka karena ada potensi bahaya saat menyeberang aliran sungai dengan cara menyeberang.
BACA JUGA: Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 25 Agustus 2025: Berangkat dari Stasiun Palur
“Memang paling aman naik perahu karena di aliran sungai juga dalam sehingga bagi yang tidak bisa berenang bisa tenggelam. Makanya, jasa penyeberangan dibuka untuk pengunjung agar bisa bermain ke pantai,” katanya.
Untuk jasa penyeberangan ini, Marjon mengimbau kepada para nelayan tetap mengutamakan keselamatan saat menyeberangkan pengunjung. “Keselamatan tetap yang utama dan kami minta kepada pengunjung untuk terus berhati-hati saat bermain di pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
TNI buka suara soal dugaan keterlibatan Kolonel BU dalam kasus korupsi MBG Rp1,03 triliun, siap koordinasi dengan Kejagung.
Kemenpar dorong paket wisata K-Pop untuk tarik wisatawan asing dan dongkrak ekonomi dari konser internasional di Indonesia.