Advertisement

Keracunan Massal MBG di Sleman Jadi KLB, Ini Kata Dinkes DIY

Newswire
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 17:47 WIB
Maya Herawati
Keracunan Massal MBG di Sleman Jadi KLB, Ini Kata Dinkes DIY Ilustrasi nasi kotak MBG. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus keracunan massal karena makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa yang menimpa ratusan siswa SMP di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman menjadi kejadian luar biasa (KLB). Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyebut melakukan kajian terkait dengan hal ini.

"Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi keamanan pangan bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Selain itu, kami melakukan kajian KLB MBG dengan melibatkan Dinas Pendidikan, sekolah, puskesmas, Kemenag, serta perwakilan SPPG," kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie di Jogja, Jumat (29/8/2025).

Advertisement

Kajian itu, kata dia, juga melibatkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).

Dinkes DIY juga melakukan penyelidikan epidemiologi KLB keamanan pangan sebagai bagian dari langkah investigasi pasca-insiden tersebut.

Dia menjelaskan langkah lain yang ditempuh, meliputi pelatihan dan bimbingan teknis keamanan pangan serta pengadaan uji laboratorium di tempat pengolahan pangan sekolah, termasuk MBG.

"Kami juga memastikan pendampingan dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota saat pelatihan," ujar dia.

Sebagai bagian dari investigasi, kata Pembajun, puskesmas turut diminta melakukan inspeksi kesehatan lingkungan untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus, yang sering menjadi penyebab kasus keracunan pangan.

BACA JUGA: Kapolda DIY Minta Maaf Atas Meninggalnya Pengemudi Ojol di Jakarta

Kasus keracunan massal di Sleman dilaporkan pada Rabu (13/8), dengan total 212 siswa terdampak dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Seluruh siswa diketahui mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG yang disalurkan ke sekolah masing-masing.

Dari jumlah itu, 113 siswa berobat ke puskesmas, 19 rawat inap di RSUD Sleman, tiga siswa dirawat di RSA UGM, sedangkan sisanya hanya mengalami gejala ringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

JK Ajak Semua Pihak Menahan Diri dan Jaga Situasi Bangsa

JK Ajak Semua Pihak Menahan Diri dan Jaga Situasi Bangsa

News
| Jum'at, 29 Agustus 2025, 20:27 WIB

Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Wisata
| Rabu, 20 Agustus 2025, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement