Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Suasana rumah duka mahasiswa Amikom Yogyakarta bernama Rheza Sendy Pratama yang meninggal di Padukuhan Jaten, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Minggu (31/8/2025)./ Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta bernama Rheza Sendy Pratama tewas dalam demonstrasi yang terjadi di depan Mapolda DIY pada Sabtu (30/8) – Minggu (31/8/2025). Keluarga menemukan jejak sepatu lars di tubuh korban.
Ayah korban, Yoyon Surono, menceritakan ada bekas jejakan sepatu lars di tubuh bagian depan anaknya, sekitaran perut bagian kanan. Tidak hanya itu, bagian leher belakang atau punuk korban juga patah.
“Kepala agak bocor juga. Terus ada bekas sabetan tongkat di badan kiri anak saya. Darah sudah menghitam. Muka dan badan basah, rambut tidak keruan,” kata Yoyon ditemui di Padukuhan Jaten, Kalurahan Sendangadi, Mlati, Minggu (31/8) sore.
Yoyon mendapat informasi pertama kali dari tetangganya yang menunjukkan foto KTP milik korban pada Minggu (31/8) pagi. Ada seseorang yang menelfon Yoyon yang mengabarkan anaknya berada di RSUP Dr. Sardjito.
Orang dalam sambungan telefon itu mengungkap anaknya berada dalam kondisi baik. Hanya terkena gas air mata saja. Rheza, kata Yoyon dinyatakan meninggal sekitar pukul 07.00 WIB. Yoyon tidak menginginkan adanya otopsi.
“Saya ke sana, anak saya sudah terbujur. Saya tanya ada orang dari Unit Kesehatan Polda DIY yang mengantar. Tidak ada rombongan lain. Dompet dan motor anak saya belum kembali,” katanya.
Menurut dia, pengamanan ketika demonstrasi perlu diperketat lagi. Kepolisian perlu memahami situasi. Jangan asal pukul. Yoyon berharap ada tindakan tegas atau sanksi terhadap pelaku yang menyebabkan hilangnya nyawa Rheza.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Amikom Yogyakarta, Ahmad Fauzi, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti kejadian yang menimpa mahasiswanya. Belum ada investigasi terkati penyebab kematian Rheza.
BACA JUGA: Dampak Kebakaran, Layanan SPKT dan SKCK di Polda DIY Tutup Sementara
Dia berharap pihak kepolisian mau berkoordinasi dan bisa memberi informasi yang lengkap atas kejadian ini.
Ketua BEM Universtias Amikom Yogyakarta, Alvito Afriansyah, mengatakan Sivitas Amikom mengalami kehilangan dan rasa sakit yang sama sebagaimana dirasakan keluarga. Dia menceritakan duduk perkara yang menimpa Rheza.
“Korban tertinggal [setelah terjatuh naik motor] dan terkena gas air mata. Saya sudah memastikan informasi ini dari teman sekelas Rheza. Teman yang dia boncengkan, kami belum ketemu. Teman dia ini setahu saya bukan mahasiswa Amikom,” kata Alfito.
Rheza yang masih menempuh pendidikan Semester V Prodi Ilmu Komunikasi memang aktif ikut mengungkapkan kritik atas situasi negara Indonesia, berbagai kebijakan oleh Pemerintah. Dia berharap ada keadilan untuk korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.