UGG Gunungsewu Bersiap Revalidasi 2027, 8 Catatan Mulai Dibenahi
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Aktivitas lalu lintas di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Nampak terlihat bekas-bekas tenda milik pedagang yang ditinggalkan begitu saja. Senin (1/9/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul sempat menjadi lokasi wisata dadakan. Meski demikian, kondisi sekarang terlihat sepi karena tak seramai pada saat awal-awal buka di awal 2025 lalu.
Lurah Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul Haryanto mengatakan, pada saat awal-awal buka, jalur baru di Tanjakan Clongop sempat menjadi magnet bagi pengunjung sehingga menjadi wisata dadakan. Hal ini tak lepas dari pemandangan di sekitar lokasi yang terlihat indah sehingga menarik warga untuk datang berkunjung.
Sebagai dampaknya, banyak lapak-lapak pedagang yang didirikan untuk melayani pengunjung. Meski demikian, kondisi ini tak berlangsung lama karena saat sekarang sudah terlihat sepi.
BACA JUGA: Ganti Rugi Proyek JJLS Karangwuni Belum Jelas, Ini Respons Pemda DIY
Pada saat dibuka di awal tahun ini, hampir setiap sore ramai dikunjungi sehingga banyak yang berjualan. “Dulu puluhan yang buka warung di sekitar jalur Clongop, tapi sekarang banyak tutup karena sepinya pengunjung,” katanya, Selasa (2/9/2025).
Sepinya kunjungan bisa terlihat dari banyaknya bekas tenda untuk warung yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Kondisnya juga sudah rusak karena dan menyisakan tiang-tiang penyangga lapak untuk berjualan.
“Memang masih ada yang bertahan, tapi tidak sebanyak saat awal-awal jalan baru Clongop dibuka,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Saminah, salah seorang pedagang di jalan baru di Tanjakan Clongop. Ia mengakui, kejadian longsor di pertengahan Februari 2025 lalu ikut memberikan pengaruh terhadap antusias pengunjung.
“Saat awal-awal dibuka langsung ramai dan menjadi wisata dadakan. Tapi, setelah ada longsor di jalan baru ini, antusias berkurang hingga akhirnya jadi sepi hingga sekarang,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tetap bertahan berjualan walapun tak seramai pada saat awal-awal jalan baru di Clongop dibuka. Jam buka pun disesuaikan karena di hari kerja baru membuka lapak berjualan mulai sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kalau di hari libur bisa buka dari pagi. Memang sudah tidak ramai, tapi masih ada satu dua pembeli yang datang dan mampir untuk jajan,” katanya.
BACA JUGA: Demo Makassar, Polisi Tangkap 10 Orang
Saminah pun tetap bersyukur karena bisa mendapatkan tambahan penghasilan selain sebagai petani. “Kalau dulu hanya tani, tapi sekarang bisa berjualan di Clongop sehingga ada tambahan pendapatan dengan menjajakan makanan dan minuman untuk yang datang berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
BPS mengajukan tambahan anggaran Rp1,473 triliun pada 2027, termasuk Rp926 miliar untuk survei dan pemutakhiran data.
Raperda penyertaan modal BUMD Kota Magelang disiapkan sebagai payung penguatan ekonomi, dengan fokus kinerja, pengawasan, dan kontribusi daerah.
Pesawat yang membawa Menhut Raja Juli Antoni gagal mendarat di Kalbar karena kabut asap karhutla membuat jarak pandang hanya 100 meter.
Komisi X DPR RI meminta BPS memperbarui data desil maksimal dua minggu karena ketidaksesuaian data menghambat penyaluran bantuan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan kawasan timur dan selatan untuk memperkuat investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.