BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Foto ilustrasi judi online. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO – Uji petik untuk sampling yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan kejanggalan penggunaan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Kulonprogo.
Kejanggalan tersebut berkaitan dengan indikasi bansos yang digunakan untuk membiayai judi online atau judol. Terdapat tiga hingga empat KPM bansos yang dilakukan uji petik di Kulonprogo.
Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Ika Dwi Wahyuning Kusumastuti uji petik itu dilakukan hari Selasa (9/9/2025).
BACA JUGA: Dua Juta Penerima Bansos Dicoret Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Indikasi bansos untuk Judol tersebut tidak secara langsung dilakukan penerima melalui rekening penyaluran bansos. Rata-rata pelaku judol menggunakan rekening bank lain tetapi NIKnya sama dengan yang digunakan untuk menerima bansos.
“Ada juga yang mengaku dahulu pernah untuk judi hanya satu kali tetapi sudah lama banget,” ujar Ika kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).
Ika menuturkan, ada juga penggunaan bansos untuk judol yang dilakukan oleh kerabat. Menurutnya, NIK penerima bansos berusia lanjut menjadi satu HP dengan cucunya sehingga terhubung dengan aplikasi judi online.
“Terdeteksi judol itu bukan dari rekening bansos langsung melainkan dari rekening misalnya BCA atas nama ini tetapi NIKnya sama dengan NIK di bansos,” tuturnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan banyak penerima bansos itu tidak mengetahui data-datanya dimanfaatkan untuk judol. Ika menyebut rata-rata kondisi itu dialami para penerima bansos lanjut usia. Namun, sampai sekarang Dinsos PPPA Kulonprogo belum mengetahui secara pasti angka penggunaan bansos untuk Judol.
"Sebab datanya tidak disampaikan Kemensos ke Kulonprogo. Jumlahnya kami belum mengetahui tetapi pasti ada dari Kulonprogo,” ungkap Ika.
“Dari uji petik BPK ketika dicek teman-teman pendamping PKH dan TKSK terhadap penerima bansos beberapa sampling uji petik ternyata exclude atau nonaktif bansosnya karena judol,” imbuhnya.
Adapun bansos yang didapatkan bisa Rp600 ribu pertiga bulan sekali. Ada juga bansos untuk anak sekolah yang mencapai Rp250 ribu sebanyak empat termin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Sepak takraw Indonesia meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 1-2 dari Jepang di final kuadran putra.
Upah minimum PRT asing di Hong Kong naik 2,35 persen menjadi 5.220 dollar Hong Kong atau sekitar Rp11,9 juta per bulan.
Harga diesel Inggris menembus rekor hampir Rp48.300 per liter. Pemerintah menyebut pasokan tetap aman di tengah krisis energi global.
Timnas Indonesia U-17 bermain 1-1 melawan Bahrain dalam uji coba di Bahrain. Garuda Asia bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.