WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Petugas memeriksa penjualan rokok ilegal di Kalasan, Kamis (11/9/2025)./ist SatpolPP Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Satpol PP Sleman mendampingi Bea Cukai Yogyakarta dalam kegiatan operasi rutin barang kena cukai ilegal dan mendapati ribuan batang rokok tanpa pita cukai. Beberapa diantaranya diduga merupakan rokok produksi dan diselundupkan dari luar negeri.
Kasi Penegakan Satpol PP Sleman, Bondan Yudho Baskoro, menjelaskan operasi tersebut menyasar dua lokasi yakni di Kapanewon Kalasan dan Depok, pada Kamis (11/9/2025). Dari kedua lokasi tersebut, rokok ilegal hanya ditemukan di satu toko. “Yang kami temukan di Kalasan,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).
BACA JUGA: Lurah Tegaltirto Ditahan Diduga Korupsi TKD, Begini Respons Bupati Sleman
Dari satu toko tersebut, ditemukan sekitar 11.000 batang rokok tanpa pita cukai. Rokok ilegal tersebut kemudian dibawa Bea Cukai Yogyakarta untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Dari informasi yang saya dapat, pemilik toko dikenakan sanksi denda Rp15 juta,” katanya.
Penyitaan dan pemberian sanksi untuk pelanggar rokok ilegal semuanya berada di Bea Cukai yogyakarta. Sedangkan Satpol PP hanya mendampingi dalam operasi di wilayah. “Dendanya kadang ada yang lebih besar. Perhitungannya ada di Bea Cukai,” ungkapnya.
Menariknya, dalam temuan kali ini selain rokok ilegal produksi dalam negeri, beberapa rokok diduga merupakan produksi luar negeri. “Ada lumayan banyak yang origin country-nya dari UAE [United Arab Emirate] sama UK [United Kingdom],” kata dia.
Dengan origin country di luar Indonesia, maka diasumsikan barang-barang tersebut diselundupkan secara ilegal. “Saya belum mengecek harganya, tapi kalau dari bungkusnya bagus sekali yang dari luar negeri itu,” paparnya.
Operasi barang kena cukai ilegal ini rutin digelar biasanya sebulan dua kali. Sebelum operasi timnya terlebih dahulu melaksanakan pengumpulan informasi. “Jadi kami memang ada semacam kegiatan intelijen untuk menentukan sasarannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.