Bank Kulonprogo Fasilitasi UMKM hingga PPPK Paruh Waktu
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga komoditas cabai di Kabupaten Kulonprogo mengalami kenaikan imbas cuaca yang tidak menentu. Kenaikan tersebut sampai menyentuh Rp60 ribu perkilogram saat dijual di pasar.
Seperti misalnya di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo yang sebelumnya cabai merah di bawah Rp50 ribu per kilogram kini menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Pedagang Pasar Bendungan, Jumiati membenarkan kenaikan harga cabai tersebut. Menurutnya kondisi tersebut dipicu karena memang cuaca yang tidak menentu.
"Efek cuaca jadinya gagal panen dampaknya stok menipis sehingga harganya naik," katanya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Pemda Minta Layanan PLN Bisa Menyesuaikan Karakteristik Warga DIY
Efek cuaca yang utama yakni hujan lantaran sekarang seharusnya musim panas. Namun masih turun hujan sehingga tidak bagus untuk pertanian cabai.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo pun tidak membantah adanya kenaikan harga cabai. Kecenderungan melonjaknya harga cabai biasanya bertahap.
Menurutnya sebulan terakhir cabai naik bertahap dari Rp20 per kilogram hingga sekarang menyentuh Rp40 per kilogram. Sedangkan ketika harganya anjlok langsung dan cepat dengan harga turun sampai Rp10 ribuan.
"Kenaikan harga di petani sekitar Rp40 ribuan padahal titik impas atau balik modalnya cabai sekitar Rp20 ribu per kilogram berarti kenaikan itu petani udah untung dua kali lipat lebih," ujarnya.
Udiarto mengungkapkan pertanian cabai tidak hanya terganggu oleh hujan. Melainkan juga oleh kemarau di sejumlah titik yang sumber airnya terbatas sehingga tidak maksimal hasil panen. Menurutnya dalam konteks Kulonprogo pertanian cabai sekarang ini terganggu oleh musim kemarau karena hujan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terlalu banyak dan intens.
Kemarau menimbulkan airnya kurang sehingga sulit cabai untuk tumbuh dengan baik. "Bahkan banyak yang tidak panen juga akhirnya," katanya.
BACA JUGA: BPD DIY Salurkan 104 Rekening KKPD dengan Plafon RpRp14,6 miliar
Seorang petani di Cangkring, Wates bernama Gito membenarkan naiknya harga cabai ini harusnya menjadi berkah bagi petani. Namun, tidak baginya lantaran pertanian yang dimilikinya baru saja gagal panen diakibatkan hujan yang mengguyur Kulonprogo beberapa waktu terakhir.
Hujan yang turun membuat lahan pertanian cabainya terendam sehingga tidak bisa memanen yang sudah ditanaminya. "Cuaca buruk hujan terus banyak yang mati cabainya jadi rugi ini karena harga jualnya rendah cuman Rp10 ribu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu