Kemarau Panjang, Kemenag Kulonprogo Gelar Salat Istisqa
Kemenag Kulonprogo menggelar salat istisqa di Pengasih saat kemarau panjang. Warga diajak beristighfar, menjaga lingkungan, dan menghemat air.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga komoditas cabai di Kabupaten Kulonprogo mengalami kenaikan imbas cuaca yang tidak menentu. Kenaikan tersebut sampai menyentuh Rp60 ribu perkilogram saat dijual di pasar.
Seperti misalnya di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo yang sebelumnya cabai merah di bawah Rp50 ribu per kilogram kini menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Pedagang Pasar Bendungan, Jumiati membenarkan kenaikan harga cabai tersebut. Menurutnya kondisi tersebut dipicu karena memang cuaca yang tidak menentu.
"Efek cuaca jadinya gagal panen dampaknya stok menipis sehingga harganya naik," katanya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Pemda Minta Layanan PLN Bisa Menyesuaikan Karakteristik Warga DIY
Efek cuaca yang utama yakni hujan lantaran sekarang seharusnya musim panas. Namun masih turun hujan sehingga tidak bagus untuk pertanian cabai.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo pun tidak membantah adanya kenaikan harga cabai. Kecenderungan melonjaknya harga cabai biasanya bertahap.
Menurutnya sebulan terakhir cabai naik bertahap dari Rp20 per kilogram hingga sekarang menyentuh Rp40 per kilogram. Sedangkan ketika harganya anjlok langsung dan cepat dengan harga turun sampai Rp10 ribuan.
"Kenaikan harga di petani sekitar Rp40 ribuan padahal titik impas atau balik modalnya cabai sekitar Rp20 ribu per kilogram berarti kenaikan itu petani udah untung dua kali lipat lebih," ujarnya.
Udiarto mengungkapkan pertanian cabai tidak hanya terganggu oleh hujan. Melainkan juga oleh kemarau di sejumlah titik yang sumber airnya terbatas sehingga tidak maksimal hasil panen. Menurutnya dalam konteks Kulonprogo pertanian cabai sekarang ini terganggu oleh musim kemarau karena hujan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terlalu banyak dan intens.
Kemarau menimbulkan airnya kurang sehingga sulit cabai untuk tumbuh dengan baik. "Bahkan banyak yang tidak panen juga akhirnya," katanya.
BACA JUGA: BPD DIY Salurkan 104 Rekening KKPD dengan Plafon RpRp14,6 miliar
Seorang petani di Cangkring, Wates bernama Gito membenarkan naiknya harga cabai ini harusnya menjadi berkah bagi petani. Namun, tidak baginya lantaran pertanian yang dimilikinya baru saja gagal panen diakibatkan hujan yang mengguyur Kulonprogo beberapa waktu terakhir.
Hujan yang turun membuat lahan pertanian cabainya terendam sehingga tidak bisa memanen yang sudah ditanaminya. "Cuaca buruk hujan terus banyak yang mati cabainya jadi rugi ini karena harga jualnya rendah cuman Rp10 ribu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag Kulonprogo menggelar salat istisqa di Pengasih saat kemarau panjang. Warga diajak beristighfar, menjaga lingkungan, dan menghemat air.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 25 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.