Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Visualisasi tari Bedhaya Mintaraga. (Istimewa)/Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Dana Keistimewaan (danais) DIY 2026 dikabarkan tidak jadi dipotong sehingga tetap Rp1 triliun. Hal ini menjadi angin segar bagi Pemda DIY karena danais berperan penting dalam mengejar target Rancangan Pembangunan Jangka Penengah Daerah (RPJMD) yang berakhir pada 2027.
Sekda DIY, Ni Made Dwipatni, bersyukur jika memang danais tetap dianggarkan pusat Rp1 triliun. “Jadi tinggal kita evaluasi berkaitan dengan target dan indikator yang harus kita penuhi yang sudah tersurat dalam RPJMD,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA: Danais DIY 2026 Dipastikan Rp1 Triliun, Bukan Rp500 Miliar
Danais menurutnya berperan signifikan dalam merealisasikan RPJMD DIY yang akan berakhir pada 2027. “Danais menjadi bagian dalam pencapaian indikator pembangunan, khususnya kita sudah mendekati 2027 kan sudah hampir selesai,” ungkapnya.
Beberapa indikator menurutnya masih menjadi PR bagi Pemda DIY seperti kemiskinan dan ketimpangan wilayah. “Dengan adanya penambahan danais dari RAPBN, buat kami menjadi amunisi untuk kita kejar lagi [capaian pembangunan],” paparnya.
Pemda DIY juga perlu lebih mencermati lagi mana saja program yang menjadi prioritas dan bisa didanai dengan danais. “Kita tetap ada prioritas untuk program-program. Karena transfer ke daerah Dana Aalokasi Khusus 2026 kita belum dapat alokasi,” katanya.
Seperti diketahui, Danais 2026 dipastikan akan tetap dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp1 triliun setelah sebelumnya sempat dikabarkan ada pemotongan hingga menjadi Rp500 miliar. Beberapa pihak dari DPR RI memperjuangkan danais tersebut sehingga tidak jadi dipotong.
Keberadaan danais di DIY selama ini memegang peran vital dalam berbagai program pembangunan di DIY. Tidak hanya dalam aspek seni-budaya saja, tapi juga pembangunan fisik hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.