Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Kulonprogo 2026
BBGRM Kulonprogo 2026 dorong pembangunan fisik, UMKM, dan RTLH lewat gotong royong masyarakat.
Kerja bakti lintas sektoral membersihkan Alun-alun Wates pasca pelaksanaan Manunggal Fair dan Manunggal TNI selama tiga pekan. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dalam beberapa waktu terakhir, Alun-alun Wates, Kulonprogo dijadikan tempat penyelenggaraan sejumlah event. Mulai dari Manunggal Fair dan Manunggal TNI secara bergantian sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2025. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dilakukan gotong royong membersihkan Alun-alun Wates, Senin (13/10/2025) pagi.
Kerja bakti membersihkan Alun-alun Wates dilakukan berbagai lintas sektor di Pemkab Kulonprogo. Termasuk jajaran TNI dari Kodim 0731/Kulonprogo.
"Kiami bersama-sama membersihkan Alun-alun Wates agar kembali indah dan nyaman sebagai ruang publik kebanggaan masyarakat Kulonprogo," ujar Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko yang turut juga melakukan bersih-bersih, Senin (13/10/2025).
Gotong royong pembersihan Alun-alun Wates ini sebagai tindak lanjut pasca pelaksanaan Manunggal Fair dan Manunggal TNI. Dia menegaskan agenda keduanya bukan sekadar hiburan semata. Melainkan juga menjadi penggerak perekonomian Kulonprogo.
Menurut Ambar hal tersebut tercermin dari perputaran ekonomi mencapai Rp7,3 miliar selama Manunggal Fair. "Pagi hari ini kita memanen hasil dari kegiatan Manunggal Fair. Setelah masyarakat senang dan menikmati acara hari ini kita bersihkan Alun-alun Wates agar dapat digunakan lagi dengan kondisi bersih," ucapnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat Kulonprogo untuk menjaga kebersihan dan tertib buang sampah ke tempatnya.
Tidak hanya di Alun-alun Wates semata melainkan di seluruh sudut Kulonprogo. Sebab kebersihan harus dijaga dan menjadi kesadaran utama masyarakat.
"Meskipun Kulonprogo belum dalam kondisi darurat sampah sudah semestinya diantisipasi sejak dini," kata Ambar.
Selama sekitar tiga pekan, Manunggal Fair dan Manunggal TNI diselenggarakan secara berkelanjutan dengan bergantian. Dimulai dengan Manunggal Fair lantas dilanjutkan dengan Manunggal TNI. Ambar mengatakan, kerja bakti untuk bersih-bersih Alun-alun Wates pagi ini dilakukan seluruh panitia yang terlibat dalam dua event tersebut.
"Ini jadi komitmen untuk menjaga keindahan Alun-alun Wates sehingga kembali, nyaman, bersih dan asri saat digunakan," ujarnya.
Komandan Kodim 0731/Kulonprogo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma menegaskan pentingnya semangat tanggung jawab pasca kegiatan besar berlangsung. Menurutnya, kerja bakti ini menjadi upaya mengembalikan kondisi Alun-alun Wates bersih seperti sebelum adanya event. Diharapkan sinergi pembersihan ini menjadikan ruang publik tetap representatif.
"Sudah sepatutnya kita bersama-sama mengembalikan kondisi Alun-alun Wates agar bersih seperti semula sebelum dilaksanakan Manunggal Fair dan Manunggal TNI," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BBGRM Kulonprogo 2026 dorong pembangunan fisik, UMKM, dan RTLH lewat gotong royong masyarakat.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.