Advertisement
Wabup Kulonprogo Imbau Pelaku UMKM Kurangi Penggunaan Bahan Pengawet
Pelaku UMKM yang mayoritas dari kalangan kuliner mendapat pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunan bahan pengawet di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, Senin (20/10/2025).Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko meminta para pelaku UMKM mengurangi bahan pengawet untuk produk olahannya. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO - Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko berharap agar pelaku UMKM kuliner mengurangi penggunaan bahan pengawet pada makanan khususnya. Termasuk pengurangan pengawet terhadap produk minuman yang dihasilkan pelaku UMKM. Lantaran penggunaan bahan pengawet terlampau berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya.
Ambar menyampaikan hal tersebut ketika momen pembukaan pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet, Senin (20/10/2025) di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah. Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dari Kulonprogo serta daerah tetangga seperti Sleman, Bantul hingga Klaten. "Saya berharap dari pelatihan ini para pelaku UMKM dapat mengurangi bahan pengawet makanan," katanya kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Advertisement
Selain itu, Ambar berharap agar pelaku UMKM juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Pengurangan bahan pengawet makanan ditambah peningkatan kualitas dan kuantitas produksi akan menjadi kunci perkembangan dan kemajuan usaha pelaku UMKM. Pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet diselenggarakan oleh Sentra Sambal.
"Dengan adanya kemajuan dan perkembangan UMKM harapannya nanti akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan Kulonprogo," tambahnya. Ambar meminta agar Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo agar mengintensifkan pelatihan terhadap pelaku UMKM. Tidak hanya soal pengawetab makanan melainkan juga pelatihan meningkatkan kualitas produksi produk UMKM.
Ketua Sentra Sambal Kulonprogo, Ika Arumawati mengungkapkan pelatihan semacam ini sebagai upaya untuk dukungan terhadap pelaku UMKM agar naik kelas. Terutama dalam aspek inovasi dan keamanan pangan. Diharapkan pelaku UMKM selalu mampu menghasilkan produk yang sehat, aman dan berkualitas. "Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada unsur lama simpan makanan melainkan juga pada nilai gizi, keamanan dan cita rasa produk," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Bekasi Telan Korban Jiwa, 1 Meninggal di Lapangan Tergenang
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- PBTY 2026 Hadirkan Takjil dan Seni Budaya di Bulan Ramadan
- BBWSO Sebut Bangunan di Pinggir Sungai Picu Talud Tegalrejo Ambruk
- Pemkab Bantul Bakal Tanggung Tagihan Listrik Penerangan Jalan RT
- Hampir Separuh Pustu di Bantul Rusak, Ancam Layanan Kesehatan
- Antrean Masuk SD Muhammadiyah Sapen hingga 2032
Advertisement
Advertisement



