Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian DPRD Kulonprogo
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Pelaku UMKM yang mayoritas dari kalangan kuliner mendapat pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunan bahan pengawet di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, Senin (20/10/2025).Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko meminta para pelaku UMKM mengurangi bahan pengawet untuk produk olahannya./ Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko berharap agar pelaku UMKM kuliner mengurangi penggunaan bahan pengawet pada makanan khususnya. Termasuk pengurangan pengawet terhadap produk minuman yang dihasilkan pelaku UMKM. Lantaran penggunaan bahan pengawet terlampau berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya.
Ambar menyampaikan hal tersebut ketika momen pembukaan pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet, Senin (20/10/2025) di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah. Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dari Kulonprogo serta daerah tetangga seperti Sleman, Bantul hingga Klaten. "Saya berharap dari pelatihan ini para pelaku UMKM dapat mengurangi bahan pengawet makanan," katanya kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Selain itu, Ambar berharap agar pelaku UMKM juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Pengurangan bahan pengawet makanan ditambah peningkatan kualitas dan kuantitas produksi akan menjadi kunci perkembangan dan kemajuan usaha pelaku UMKM. Pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet diselenggarakan oleh Sentra Sambal.
"Dengan adanya kemajuan dan perkembangan UMKM harapannya nanti akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan Kulonprogo," tambahnya. Ambar meminta agar Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo agar mengintensifkan pelatihan terhadap pelaku UMKM. Tidak hanya soal pengawetab makanan melainkan juga pelatihan meningkatkan kualitas produksi produk UMKM.
Ketua Sentra Sambal Kulonprogo, Ika Arumawati mengungkapkan pelatihan semacam ini sebagai upaya untuk dukungan terhadap pelaku UMKM agar naik kelas. Terutama dalam aspek inovasi dan keamanan pangan. Diharapkan pelaku UMKM selalu mampu menghasilkan produk yang sehat, aman dan berkualitas. "Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada unsur lama simpan makanan melainkan juga pada nilai gizi, keamanan dan cita rasa produk," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Kemenkes mencatat 1,6 juta orang dicurigai mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta pemeriksaan mata program CKG.
Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.
Pemkab Magelang menanggung biaya pengobatan korban dugaan keracunan es buah. Sebanyak 167 warga dilaporkan telah masuk rumah sakit.
Ubi jalar Bima Pasru di Seyegan, Sleman, mencatat produktivitas 27,8 ton per hektare berdasarkan hasil pengubinan DP3.