Lahan Bekas Hutan di Kulonprogo Disulap, Panen Jagung Tembus 8,3 Ton
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Pelaku UMKM yang mayoritas dari kalangan kuliner mendapat pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunan bahan pengawet di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, Senin (20/10/2025).Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko meminta para pelaku UMKM mengurangi bahan pengawet untuk produk olahannya./ Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko berharap agar pelaku UMKM kuliner mengurangi penggunaan bahan pengawet pada makanan khususnya. Termasuk pengurangan pengawet terhadap produk minuman yang dihasilkan pelaku UMKM. Lantaran penggunaan bahan pengawet terlampau berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya.
Ambar menyampaikan hal tersebut ketika momen pembukaan pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet, Senin (20/10/2025) di Kantor Kalurahan Bumirejo, Lendah. Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dari Kulonprogo serta daerah tetangga seperti Sleman, Bantul hingga Klaten. "Saya berharap dari pelatihan ini para pelaku UMKM dapat mengurangi bahan pengawet makanan," katanya kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Selain itu, Ambar berharap agar pelaku UMKM juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Pengurangan bahan pengawet makanan ditambah peningkatan kualitas dan kuantitas produksi akan menjadi kunci perkembangan dan kemajuan usaha pelaku UMKM. Pelatihan pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan pengawet diselenggarakan oleh Sentra Sambal.
"Dengan adanya kemajuan dan perkembangan UMKM harapannya nanti akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan Kulonprogo," tambahnya. Ambar meminta agar Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo agar mengintensifkan pelatihan terhadap pelaku UMKM. Tidak hanya soal pengawetab makanan melainkan juga pelatihan meningkatkan kualitas produksi produk UMKM.
Ketua Sentra Sambal Kulonprogo, Ika Arumawati mengungkapkan pelatihan semacam ini sebagai upaya untuk dukungan terhadap pelaku UMKM agar naik kelas. Terutama dalam aspek inovasi dan keamanan pangan. Diharapkan pelaku UMKM selalu mampu menghasilkan produk yang sehat, aman dan berkualitas. "Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada unsur lama simpan makanan melainkan juga pada nilai gizi, keamanan dan cita rasa produk," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.