TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Foto ilustrasi Gedung Olahraga. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 16 pelajar asal Kabupaten Gunungkidul akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta. Rencananya even yang diselenggarakan dua tahunan ini berlangsung mulai 1-10 November 2025.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, upaya pembinaan atlet berpretasi akan terus dilakukan sejak dini. Hal ini tidak hanya untuk proses regenerasi para atlet, namun juga sebagai upaya meningkatkan prestasi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga dunia.
Ia tidak menampik dalam waktu dekat akan ada gelaran Popnas 2025 yang diselenggarakan di Jakarta. Didalam even ini terdapat sejumlah atlet muda asal Bumi Handayani yang akan bertanding di ajang olahraga antar pelajar se-Indonesia.
“Total ada 16 pelajar yang akan bertanding di Popnas 2025 di Jakarta mulai 1-10 November mendatang,” kata Supri, Ahad (26/10/2025).
Dia menjelaskan, cabang atletik mengirimkan atlet terbanyak karena ada sembilan pelajar yang akan bertanding. Selain itu, ada dari cabang olaharga balap sepeda satu orang, bola voli putra satu orang, bola voli putri dua orang.
Sedangkan untuk, gulat, karate, renang dan voli pasir masing-masing mengirimkan satu pelajar. “Selain atlet dari kalangan pelajar, juga ada pelatih asal Gunungkidul yang ikut popnas dari cabang atletik dan menembak,” katanya.
Supri menambahkan, pelepasan pelajar untuk berlaga di Popnas Jakarta sudan dilakukan pada Jumat (24/10/2025). Diharapkan para atlet bisa menunjukan kemampuan terbaik hingga berhasil meraih prestasi seperti apa yang diharapkan.
“Prestasi ini sangat penting, tapi tidak boleh menghalalkan segala cara dan harus terus menanamkan jiwa sportif dan fair play pada diri masing-masing pelajar,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PAN, Supriyadi mengatakan, mendukung penuh upaya pembinaan atlet sejak usia dini. Gelaran Popnas menjadi salah satu ajang untuk proses didalam pembinaan untuk mengasah kemampuan maupun ketrampilan bertanding bagi para pelajar yang ingin menjadi atlet di masa depan.
“Mudah-mudahan bisa menghadirkan prestasi terbaik bagi DIY dan khususnya untuk Kabupaten Gunungkidul,” kata Supriyadi.
Ia berharap kepada pemkab untuk terus memberikan pendampingan didalam proses pembinaan secara berkelanjutan. Di sisi lain, juga harus ada penghargaan bagi atlet berprestasi karena ikut mengharumkan nama Gunungkidul di berbagai ajang olahraga.
“Pengharagaan dan perhatian ini sangat penting. Salah satunya agar tidak diambil oleh daerah lain sehingga tetap bisa membela panji-panji Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.