Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti/ Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memutuskan untuk tidak menambah fasilitas pengolahan sampah baru pada tahun 2026. Pemda DIY akan berfokus pada optimalisasi fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada, mengingat beberapa fasilitas yang kini tersedia belum berjalan secara optimal.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa tahun depan Pemda DIY tidak merencanakan penambahan fasilitas baru. "Sementara, konsentrasi pada optimalisasi kinerja TPS3R/TPST yang sudah ada," katanya, Minggu (2/11/2025).
Seperti diketahui, beberapa fasilitas pengolahan sampah di DIY belum beroperasi secara optimal, salah satunya adalah Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Bantul. Meskipun sudah berjalan selama enam bulan, operasional ITF Bawuran belum mencapai target yang direncanakan.
Pada perencanaan awal, ITF Bawuran ditargetkan mampu mengolah sampah sebanyak 40 ton per hari. Namun, hingga bulan Oktober, realisasinya baru mencapai 25 ton per hari. Hal ini disebabkan oleh pembatasan shift kerja dan jenis sampah yang masih didominasi oleh sampah basah.
Pihak pengelola ITF Bawuran kini tengah berupaya melakukan peningkatan sistem dan teknologi. Upaya tersebut mencakup peningkatan efisiensi alat pencacah sampah dan penambahan bahan kayu serta daun sebagai penopang pembakaran. Hal ini bertujuan untuk menjaga kadar kalori dan kualitas abu yang dihasilkan dari proses pembakaran.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY hingga kini belum memberikan tanggapan terkait progres optimalisasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesian Dance Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, menghadirkan pertunjukan tari, lokakarya, diskusi, dan kolaborasi internasional.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.