8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Trans Jogja di Terminal Giwangan./ PT.AMI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul mendukung rencana perluasan layanan Trans Jogja ke Wonosari, namun pengoperasian masih tertunda karena proses regulasi dan kajian tarif.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengatakan ide memperluas layanan bus Trans Jogja ke Wonosari diinisiasi oleh Komisi C DPRD DIY. Layanan ini bertujuan untuk memberikan akses transportasi yang aman dan nyaman kepada masyarakat.
Guna mewujudkan rencana ini, juga sudah dilakukan pembahasan untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar hukum pelaksanaan di lapangan. Selain itu, sudah ada kajian berkaitan dengan jumlah armada yang dibutuhkan serta tarif yang akan diberlakukan.
“Kajiannya sudah ada. Survei terkait rencana pengoperasian juga sudah dilaksanakan,” kata Sigit, Minggu (16/11/2025).
Meskipun begitu, ia tidak menampik bahwa pengoperasiannya masih membutuhkan proses yang panjang. Pasalnya, hingga sekarang proses penyusunan perda sebagai payung hukum pelaksanaan masih dilakukan.
Selain itu, pelaksanaan juga tidak hanya berdasarkan perda, tetapi juga dibutuhkan peraturan gubernur sebagai petunjuk teknis dalam pelaksanaan. “Tahapannya masih panjang, sehingga untuk saat ini belum akan dioperasikan,” katanya.
Sigit menambahkan, hal yang tak kalah penting dalam pengoperasian adalah ketersediaan anggaran untuk subsidi bagi para penumpang. Diperkirakan tarif untuk operasional Trans Jogja ke Wonosari sebesar Rp20.000 sekali jalan. Namun, tarif ini dianggap oleh ratusan responden terlalu mahal karena kemampuan bayar mereka hanya Rp7.000.
Adanya selisih sebesar Rp13.000 antara tarif normal dengan kemampuan bayar masyarakat, maka ada opsi pemberian subsidi oleh Pemerintah DIY. Hasil dari kajian diperkirakan besaran subsidi yang diberikan mencapai Rp13 miliar dalam setahun.
“Memang besar subsidi yang harus dikeluarkan. Jadi, mengenai tarif masih harus dikaji secara mendalam. Tetapi, untuk pelaksanaan rute baru ke Gunungkidul diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah DIY dan DPRD,” kata Sigit.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko, mengatakan ide membuka jalur baru Trans Jogja dengan rute Jogja-Wonosari sudah muncul sejak awal 2025. Wacana ini sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan kajian serta pembahasan di DPRD DIY.
“Penentu kebijakan jadi tidaknya rute baru ke Gunungkidul berada di tangan anggota DPRD DIY. Tetapi, kami berharap bisa direalisasikan untuk memberikan layanan transportasi kepada masyarakat,” kata Irawan.
Ia menambahkan, dalam pembahasan rute baru ini juga melibatkan pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda), khususnya pemilik PO bus yang melayani rute Jogja-Wonosari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah dalam pengoperasian Trans Jogja yang dimiliki oleh Pemerintah DIY.
“Tetap akan dilibatkan, dan nanti seperti apa partisipasinya masih butuh koordinasi dan pembahasan lanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.