Advertisement
Herlambang Kulonprogo Disiksa Jaringan Scam Saat di Kamboja
Herlambang (tengah) warga Sindutan, Kulonprogo yang berhasil melarikan diri dari Kamboja sebagai korban scam saat berada di Kantor Pemkab Kulonprogo. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Herlambang, pemuda 23 tahun asal Sindutan, mengaku disiksa jaringan scam di Kamboja setelah dijanjikan kerja di Taiwan. Ia akhirnya kabur lewat akses gedung baru menuju danau dan diselamatkan KBRI.
Herlambang berhasil kabur seusai adanya peralihan lokasi kerjanya. Ia menceritakan awalnya sangat sulit untuk melarikan diri dari dekapan jaringan scam Kamboja tersebut. "Kesempatan melarikan diri baru muncul ketika dipindahkan ke gedung baru yang memiliki akses menuju danau hingga akhirnya bisa menuju KBRI dan dipulangkan ke Indonesia," katanya kepada wartawan, Senin (17/11/2025).
Advertisement
"Sebelumnya penjagaan ketat dan CCTV di mana-mana membuat kami takut sehingga tidak ada ruang untuk kabur," ujar Herlambang.
Dia menjelaskan, keberangkatannya bermula mendapat tawaran kerja dari sebuah LPK di Surabaya. Menurutnya, kala itu dimintai biaya Rp25 juta untuk bisa bekerja di Taiwan. Prosesnya tidak lama kurang dari sepekan sudah dibelikan tiket. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta lalu transit enam jam di Malaysia.
BACA JUGA
"Sebelum akhirnya dikirim ke kamboja. Saya berangkat akhir Agustus awal September sudah sampai Kamboja," ucapnya.
"Di Kamboja kami mendapat perlakuan tidak manusiawi dan hukuman fisik kalau salah, dipukul dan disetrum mulai dari dua hingga sepuluh kali," ujarnya.
Ia berpesan jangan sampai tergiur biaya murah untuk menjadi PMI. Menurutnya harus mencari agen yang jelas dan terdaftar.
Biaya Pemulangan
Lurah Sindutan, Sumarwanto membeberkan, Herlambang mengabarkan kepada pamong kalurahan terkait kondisinya. Atas dasar itu langsung melakukan berbagai upaya agar dapat memulangkan warganya tersebut. "Waktunya sangat mepet langsung koordinasi yang dialami Herlambang tidak sesuai janji kesepakatan diawal," ungkapnya.
Herlambang merasa masih ada rasa takut ketika melarikan diri. Pasalnya, banyak yang memantau dan dari perusahaan pasti sangat tidak senang dengan aksinya melarikan diri.
Sumarwanto mengaku, pemulangan Herlambang menggunakan APBKalurahan. Namun karena waktunya yang mepet akhirnya dananya harus ditalangi dahulu karena membutuhkan waktu prosese pencairan. Ia menbimbau kepada warganya tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan proses cepat. Menurutnya, ini menjadi pelajaran berharga bagi warganya agar lebih berhati-hati.
"Kami talangi dulu agar Herlambang bisa kembali pulang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Dipastikan Tak Naik, Segini Biayanya
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Awali 2026, InJourney Sambut Wisatawan dengan Budaya dan Aksi Hijau
- Penanganan Pohon Rawan Tumbang di Bantul Terkendala Kewenangan
- The Vibes of Paradise, Branding Baru Wisata Gunungkidul
- Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jogja Aktifkan Posko Siaga
- Gerakan Sambanggo Dorong Wisata Tanjungsari-Trisik Kulonprogo
Advertisement
Advertisement



