Saat Perajin Wayang Kian Langka, Subandi Tetap Menyalakan Tradisi
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Gedung DPRD Bantul./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—DPRD Bantul dan TAPD menyepakati penghapusan tunjangan seragam serta perumahan bagi anggota dewan dalam APBD 2026 sebagai langkah efisiensi anggaran yang terus berlanjut akibat defisit.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, menyampaikan, pengadaan seragam tahunan yang biasanya empat stel untuk setiap anggota dewan dihapus total untuk tahun depan.
“Kami meniadakan pengadaan seragam untuk menunjang semangat efisiensi. Totalnya Rp439 juta lebih untuk 45 anggota,” ujarnya, Rabu (26/11/2026).
Selain seragam, DPRD juga membatalkan rencana kenaikan tunjangan perumahan. Agung menyebut, tunjangan yang sempat dirancang naik itu akhirnya dicoret sepenuhnya. “Tunjangan perumahan yang dicoret sebesar Rp900 juta untuk 45 anggota DPRD,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah pos lain, seperti anggaran makan-minum hingga perjalanan dinas, juga dipangkas. Upaya ini, kata dia, bukan respons atas dinamika publik beberapa waktu lalu yang memprotes gaya hidup mewah kalangan legislatif tingkat pusat, tetapi sudah dirancang sebelumnya. “Sebelum demo-demo itu, kami sudah pernah bahas. Namun, melihat kondisi sekarang, semuanya kami tiadakan,” ucapnya.
APBD Bantul 2026 yang disahkan memuat pendapatan sebesar Rp2,309 triliun dan belanja Rp2,462 triliun. Defisit mencapai Rp152 miliar atau 6,6 persen. Pengurangan pendapatan yang terbesar datang dari pemangkasan transfer ke daerah atau TKD sebesar Rp156 miliar.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut efisiensi merupakan jalan satu-satunya agar program prioritas tetap berjalan. “Dengan penurunan TKD tahun depan, kami tentu harus menyesuaikan. Mana yang prioritas, itu yang kami biayai. Yang belum prioritas bisa ditunda,” ujarnya.
Pos-pos yang dianggap tidak mendesak seperti perjalanan dinas, kunjungan kerja, alat tulis kantor, makan-minum, hingga listrik akan ditekan semaksimal mungkin. “Semuanya harus kami fokuskan pada kegiatan yang benar-benar menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.