Materi Pencegahan Perilaku Berisiko Dinilai Harus Humanis
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, memastikan uji coba Malioboro full pedestrian (sepenuhnya untuk pejalan kaki) tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Dia menegaskan kebijakan tersebut hanya berlangsung dalam rentang waktu terbatas dan tetap memberikan ruang bagi angkutan umum serta kendaraan tertentu untuk melintas.
Hasto menuturkan kegiatan ekonomi tetap dapat berlangsung seperti biasa di kawasan Malioboro selama uji coba tersebut. Menurutnya, para pedagang, pelaku usaha, hingga wisatawan tetap dapat beraktivitas di Malioboro sebagaimana mestinya. Hal itu lantaran para pedagang telah diberikan kartu pass untuk melintas dan kendaraan bongkar muat barang dagangan pun dapat tetap dilakukan.
“Dipastikan aktivitas ekonomi masih bisa berjalan baik,” katanya dalam Festival Andong di Gedung DPRD DIY, pada Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, pembatasan kendaraan difokuskan pada kendaraan pribadi yang dianggap sebagai pemicu utama kemacetan di pusat Kota Jogja. Pembatasan kendaraan di kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung di kawasan Malioboro.
“Tidak sepenuhnya [tidak semua kendaraan dilarang melintas di Jalan Malioboro], wong cuma dari jam 08.00–24.00 WIB kok. Tidak sepenuhnya. Siangnya juga tidak sepenuhnya [dilarang], bus masih bisa lewat, dokar masih bisa lewat,” katanya.
Diketahui kendaraan layanan masyarakat seperti kendaraan kegawatdaruratan, Bus Trans Jogja, dan mobil patroli tetap dapat melintas di sana. Selain itu, kendaraan tidak bermotor yaitu becak kayuh, sepeda kayuh, dan andong juga tetap dapat melintas di sana.
Uji coba Malioboro full pedestrian akan dilakukan pada 1–2 Desember 2025. Uji coba tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata, menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan ramah pejalan kaki tanpa mematikan roda ekonomi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.