KPU Kulonprogo Perkuat Sinergi Pemkab demi Kelancaran Pemilu
KPU Kulonprogo menandatangani MoU lima tahun dengan Pemkab untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan Pemilu sejak masa non tahapan
Pelaku penusukan dua orang saat dihadirkan di Mapolres Kulonprogo, Kamis (4/12/2025)./ Harian Jogja-Khairul Ma'arif -
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pertandingan voli antarpadukuhan di GOR Padmo Saputro, Selasa (18/11/2025) berubah chaos setelah suporter tim kalah melakukan penusukan acak. Dua korban mengalami luka serius dan A, yang diduga pelaku kini telah diamankan polisi.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Girimulyo, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Suyadi, mengatakan keributan dipicu oleh kekalahan tim voli yang didukung pelaku.
“Kejadiannya pada malam hari, saat selesai pertandingan, terjadi keributan antar-suporter sehingga terjadilah penusukan yang dilakukan oleh tersangka A terhadap dua korban ini,” terang Iptu Suyadi, Kamis (4/11/2025).
Motif dan Kronologi Penusukan
Dua korban penusukan, berinisial NRN dan S, keduanya beralamat di Jatimulyo, Girimulyo. Iptu Suyadi memastikan motif penusukan bukan didasari dendam, melainkan emosi yang tersulut karena tim bola voli yang didukung pelaku kalah dalam pertandingan.
“Penusukan yang dilakukan pelaku bersifat acak di tengah keributan yang melibatkan banyak orang,” tuturnya.
Dalam keributan tersebut, pelaku yang memang sengaja membawa senjata tajam berupa pisau lipat dari rumah, melakukan penusukan. Korban NRN mengalami luka tusuk di bagian perut dan korban S mengalami luka tusuk di bagian punggung/pinggang.
Kedua korban mengalami luka serius. Sementara pisau lipat yang digunakan telah dibuang tersangka di lokasi kejadian dan masih dalam pencarian.
Pelaku, yang juga merupakan warga Girimulyo, diringkus polisi tiga hari setelah kejadian.
“Penangkapan dilakukan pada 21 November, di daerah Gamping, Sleman,” lanjut Suyadi.
Tersangka A dijerat dengan dua pasal berlapis, yaitu Pasal 80 Ayat 1 juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 3,5 tahun penjara. Selain itu, ia juga dijerat Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPU Kulonprogo menandatangani MoU lima tahun dengan Pemkab untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan Pemilu sejak masa non tahapan
Penjualan mobil wholesales semester I 2026 naik 15,8% menjadi 436.564 unit. Gaikindo optimistis GIIAS 2026 mendorong pertumbuhan industri otomotif.
Pemkab Batang memprioritaskan pembangunan air bersih, sanitasi, dan permukiman untuk menekan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
BGN memastikan kualitas gizi Program MBG usai libur sekolah dengan menu berprotein hewani dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
Lelang pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan mundur karena reviu DED belum selesai. Skema pinjaman juga bergeser ke 2027.
Super El Nino diperkirakan memicu lonjakan harga pangan global hingga 2028. Pemerintah Indonesia menyiapkan cadangan pangan untuk antisipas