Advertisement
Kunjungan Wisata DIY Merata, Hotel Masih Padat di Jogja dan Sleman
Ilustrasi traveling - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY mencatat kunjungan wisatawan selama libur Nataru mulai merata ke berbagai destinasi, namun okupansi hotel masih terpusat di Kota Jogja dan Sleman.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menjelaskan bahwa data pasti kunjungan wisata baru bisa direkapitulasi secara menyeluruh setelah masa libur Nataru berakhir. Namun, tren lonjakan kunjungan sudah terlihat dari tingginya angka okupansi hotel di DIY pada akhir Desember ini.
Advertisement
“Saya sampaikan bahwa sampai saat ini tingkat hunian hotel untuk seluruh Jogja mulai tanggal 25, itu di angka 80 persen. Sementara untuk Kota Jogja lebih tinggi, itu sekitar 85 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Secara umum, menurutnya, kunjungan wisata sudah cukup merata di berbagai objek wisata di lima kabupaten/kota, meskipun data pastinya masih dalam proses pendataan. Pihaknya menilai wisatawan tidak lagi hanya menumpuk di pusat kota untuk mencari hiburan.
BACA JUGA
"Kalau terpusat tidak sepertinya, ya. Mereka lebih menyebar ke berbagai objek wisata,” ungkapnya.
Meski sebaran kunjungan merata, pilihan tempat bermalam para wisatawan masih didominasi oleh akomodasi di area perkotaan. Ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas ditengarai menjadi alasan utama Kota Jogja dan Sleman tetap menjadi primadona tempat menginap.
“Mereka banyak terkumpul di Kota Jogja dan Sleman untuk penginap. Dan menginap itu kan ketika malam ya akhirnya terkumpul di situ. Tapi ketika mengunjungi destinasi ini terlihat bahwa sudah mulai merata," paparnya.
Kondisi Lalu Lintas dan Keamanan
Pihak Dinas Pariwisata memastikan sejauh ini kegiatan pariwisata selama libur Nataru berjalan dengan baik. Hingga saat ini, belum ada keluhan signifikan yang masuk dari para pelancong.
Mengenai aspek keamanan, sempat terjadi insiden di kawasan pantai, namun berhasil tertangani dengan cepat. “Kejadian kecelakaan kemarin ada di Parangtritis. Tapi kemudian tidak mengakibatkan korban jiwa karena memang teman-teman dari SAR Linmas itu luar biasa antisipasinya," kata dia.
Terkait kemacetan lalu lintas, kenaikan volume kendaraan dinilai masih dalam batas wajar dan dapat dimaklumi oleh pengguna jalan.
“Mereka maklum kondisinya memang seperti ini. Memang tetap menjadi PR kita untuk memastikan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Perang Sarung di Grobogan Berujung Maut, Enam Remaja Ditahan
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Geopark Jogja Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
- BPNT Kulonprogo 2026 Disalurkan, Penerima Turun Jadi 904 KPM
- Razia Salon di Bantul, Satpol PP Amankan Pasangan di Kamar Terkunci
- Jadwal Salat dan Buka Puasa Jogja Rabu 25 Februari 2026
- Musala Adzikri Bantul Ambrol Saat Tarawih, BPBD: Tak Ada Korban
Advertisement
Advertisement







