Advertisement
Gerakan Sambanggo Dorong Wisata Tanjungsari-Trisik Kulonprogo
Pantai Trisik Kulonprogo - ist - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Gerakan Sambanggo digelar di kawasan Tanjungsari–Trisik, Banaran, Galur, sebagai upaya mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat agar tumbuh berkelanjutan dan berdampak langsung pada ekonomi lokal.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, mengatakan Gerakan Sambanggo bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama mengelola dan memajukan potensi wisata di wilayahnya.
Advertisement
Menurutnya, keberadaan Jembatan Kabanaran yang kini menjadi ikon dan kerap viral di media sosial harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan daya tarik kawasan sekitar. Namun demikian, pengembangan wisata tetap harus diimbangi dengan upaya menjaga kebersihan, kerapian, serta kenyamanan pengunjung.
“Jembatan Kabanaran sudah menjadi magnet. Ini perlu ditindaklanjuti dengan penataan kawasan yang lebih baik dan kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah wisata,” kata Sutarman, Selasa (30/12/2025).
BACA JUGA
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Pariwisata Kulonprogo menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penunjang wisata serta UMKM. Bantuan tersebut meliputi tenda hingga perlengkapan kebersihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Bantuan kami susun berdasarkan kebutuhan pokdarwis agar benar-benar mendukung penataan dan pengembangan kawasan wisata,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kulonprogo, Sri Budi Utami, menambahkan Gerakan Sambanggo juga menjadi sarana menjaga kebugaran warga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Ia menilai kegiatan ini memiliki kontribusi besar bagi pelaku UMKM, khususnya di wilayah Banaran.
“Dukungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membeli produk lokal. Dengan begitu, usaha warga bisa terus tumbuh,” katanya.
Sri Budi menegaskan, Pemkab Kulonprogo akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki setiap wilayah.
Sementara itu, Lurah Banaran, Haryanta, menyambut positif pelaksanaan Gerakan Sambanggo. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat geliat UMKM, konservasi penyu dan mangrove, serta penyelenggaraan event tahunan desa yang berdampak pada peningkatan ekonomi warga secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Tangkap Rombongan Pelajar Ugal-ugalan di Jalan Palagan Sleman
- Prakiraan Cuaca DIY Selasa 17 Maret 2026: Dominasi Berawan dan Hujan
- Aksi Gotong Royong Pakualaman Bersihkan Rumput Liar dan Sampah Trotoar
- Jadwal KA Bandara YIA Selasa 17 Maret 2026: Transportasi Cepat Efisien
- Polresta Sleman Gencarkan Patroli Malam Antisipasi Konvoi Remaja
Advertisement
Advertisement









