Advertisement

Longsor Susulan Sempat Tutup Akses Warga Wonolelo Pleret Bantul

Kiki Luqman
Kamis, 08 Januari 2026 - 15:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Longsor Susulan Sempat Tutup Akses Warga Wonolelo Pleret Bantul Lokasi longsor yang terjadi di Padukuhan Kedungrejo RT 03, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Dok BPBD Bantul

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Tanah longsor susulan kembali terjadi di Padukuhan Kedungrejo RT 03, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, pada Rabu (7/1/2026) pagi. Material berupa tanah dan batu padas berukuran besar sempat menutup akses jalan warga.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan longsor tersebut muncul enam hari setelah longsor pertama yang dipicu hujan deras pada Kamis (1/1/2026) malam.

Advertisement

“Longsor awal terjadi pada 1 Januari sekitar pukul 22.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil. Kemudian pada Rabu pagi kemarin terjadi longsor susulan yang membawa material batu berdiameter kurang lebih dua meter,” ujar Antoni, Kamis (8/1/2026).

Akses Jalan Sempat Terputus

Material longsoran menutup jalan lingkungan yang sehari-hari digunakan masyarakat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Rumah milik Suminem yang berada paling dekat dengan titik longsor juga dilaporkan aman.

Pada peristiwa pertama, kaki jalan sudah sempat tertutup material, namun warga berhasil membuka akses melalui kerja bakti. Longsor susulan kembali menumpuk tanah dan batu sehingga warga bersama relawan harus membersihkan jalur tersebut untuk kedua kalinya.

“Saat ini warga bersama FPRB Wonolelo dan unsur terkait melakukan pembersihan. Material longsoran akan dibuang ke lahan kosong di sisi utara dan selatan lokasi,” kata Antoni.

Ukuran Longsoran Meningkat

Asesmen BPBD mencatat longsor susulan berukuran lebih besar dibanding longsor pertama.

• Longsor pertama: panjang 6 meter, tinggi 7 meter, lebar 2 meter.

• Longsor susulan: panjang 8 meter, tinggi 8 meter, lebar 3 meter.

BPBD juga menemukan sisa material di bagian atas tebing yang dinilai masih berpotensi jatuh. Rencana penanganan lanjutan akan melibatkan BPBD DIY untuk melakukan perobohan terkendali menggunakan peralatan vertical rescue dan bor khusus.

Warga Sempat Terisolasi

Sebelum pembersihan selesai, satu rumah berisi dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa sempat terisolasi karena akses jalan tertutup. Kondisi tersebut akhirnya pulih setelah jalur kembali terbuka pada Kamis siang.

Antoni mengingatkan warga di bantaran tebing dan kawasan rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. “Segera laporkan jika muncul retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng,” pesannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jembatan Menuju Wisata Colo Ambles, Dua Kendaraan Terseret

Jembatan Menuju Wisata Colo Ambles, Dua Kendaraan Terseret

News
| Jum'at, 09 Januari 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Wisata
| Jum'at, 09 Januari 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement