Advertisement
Bantul Siapkan Aplikasi Baru untuk Kelola KDMP
Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo) Kabupaten Bantul tengah mengembangkan sebuah aplikasi baru untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Platform ini disiapkan agar proses administrasi dan pencatatan seluruh kegiatan koperasi bisa dilakukan lebih praktis, akurat, dan terintegrasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dikominfo Bantul, Arif Darmawan, menjelaskan selama ini pengelolaan KDMP masih banyak dilakukan secara manual. Padahal jenis usaha koperasi tergolong beragam, mulai dari ritel sembako hingga layanan distribusi LPG, sehingga membutuhkan sistem yang lebih rapi dan terstruktur.
Advertisement
“Kalau pencatatan manual tentu repot. Jenis usahanya banyak. Aplikasi ini disiapkan supaya semua KDMP bisa mengelola operasionalnya lebih mudah,” kata Arif, Jumat (9/1/2026).
Arif menuturkan, pemerintah pusat sebenarnya juga memiliki aplikasi pengelolaan KDMP. Namun fitur yang tersedia belum mampu mengakomodasi kebutuhan lebih rinci, terutama terkait klasifikasi usaha koperasi di daerah.
BACA JUGA
Menurut Arif, aplikasi yang dikembangkan Bantul memberikan ruang penyesuaian lebih fleksibel. Setiap jenis usaha bisa dikelompokkan secara detail, dan seluruh aktivitas operasional dapat dicatat dalam satu sistem.
Tidak hanya itu, pengelolaan iuran anggota—baik iuran pokok maupun iuran wajib—juga disediakan dalam aplikasi. Nominal iuran yang berbeda antaranggota dapat dimasukkan, sehingga perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi lebih mudah serta transparan.
“Karena SHU itu hitungannya matematis, lewat aplikasi ini prosesnya jadi lebih akurat dan bisa dipantau kapan saja,” ujarnya.
Kepala Dikominfo Bantul, Bobot Ariffi Aidin, menambahkan aplikasi tersebut dirancang berbasis situs web agar lebih optimal digunakan oleh pengurus koperasi. Pengembangannya dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMP) Bantul.
Bobot menyebutkan bahwa aplikasi ditargetkan dapat digunakan pada awal tahun ini. Sementara penamaan aplikasi masih dalam tahap pembahasan dan tidak menjadi prioritas.
“Yang terpenting adalah fungsinya. Nantinya akan ada bimbingan untuk seluruh pengurus terkait penggunaan aplikasi,” kata Bobot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir dan Longsor di Jepara Rusak Akses hingga Puluhan Titik
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



