Advertisement
Sepanjang 2025, BPBD Catat 581 Bencana di Gunungkidul
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat ada sebanyak 581 peristiwa bencana yang terjadi di speanjang 2025. Total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp5.065.560.000.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan, upaya kesiapsiagaan dan mitigasi kebencanaan wajib ditingkatkan. Hal ini tak lepas adanya potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, baik saat kemarau ataua di musim penghujan.
Advertisement
Di sepanjang 2025, ia mencatat ada 581 kejadian berkaitan dengan bencana. Jumlah ini terdiri dari angin kencang sebanyak 367 kasus, kebakaran ada di 75 titik, tanah longsor sebanyak 119 kejadian dan banjir terjadi di 20 lokasi,
“Yang paling banyak terjadi adalah angin kencang, kemudian di susul tanah longsor,” kata Nanang, Minggu (11/1/2026).
BACA JUGA
Menurut dia, untuk sebaran titik lokasi kebancanaan paling banyak terjadi di Kapanewon Wonosari ada 108 kasus, Nglipar sebanyak 58 kasus dan Semin tercatat 54 kasus. Selajutnya ada Karangmojo, Ngawen dan Semanu masing-masing 45 kasus.
“Peristiwa kebencanaan terjadi di 18 kapanewon di Gunungkidul. Tapi, dari peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Disinggung mengenai dampak kerugian akibat terjadi bencana, Nanang mengakui kerugiannya ditaksir mencapai Rp5.065.560.000. Selain itu, dari peristiwa itu juga berdampak rusaknya sejumlah fasilitas maupun rumah warga, yakni 299 rumah; 47 kandang; empat kendaraan; 20 instalasi listrik; delapan gedung; 21 kios; 89 talut; 56 jalan hingga fasilitas Pendidikan ada enam unit.
“Untuk mengurangi risiko bencana, upaya sosialisasi melalui program mitigasi kebencanaan akan terus digencarkan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menambahkan, berdasarkan kajian yang dilakukan, untuk kemarau ada potensi bencana kekeringan hingga kebakaran. Sedangkan di musim hujan ada beberapa potensi bencana saat mulai dari tanah longsor berada di zona utara seperti di Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen hingga Semin.
Di sisi lain, juga ada potensi angin kencang yang kerawanannya menyebar merata di seluruh Gunungkidul. Adapun potensi banjir juga ada ancaman, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Kali Oya sehingga kesiap-siagaan wajib ditingkatkan, khususnya pada saat musim penghujan.
“Dampak dari bencana hidrometeorologi harus diwaspadai. Upaya mitigasi juga butuh peran dan partisipasi aktif dari Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penangkapan Maduro Jadi Alarm Ketahanan Nasional Negara Berkembang
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



