Advertisement

Pemkab Kulonprogo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 13 Persen di 2026

Khairul Ma'arif
Jum'at, 16 Januari 2026 - 21:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemkab Kulonprogo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 13 Persen di 2026 Ilustrasi kemiskinan. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026. Persentase kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 13,69% hingga 14,69%, menurun dari posisi sebelumnya yang masih bertahan di angka 15%.

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulonprogo telah menyiapkan sejumlah langkah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 untuk mendorong percepatan penurunan kemiskinan. Seluruh program dilakukan secara terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Advertisement

“Tiga upaya besar yang dilakukan adalah menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” ujar Sekretaris Bapperida Kulonprogo, Cicilia Susy Setyo Cahyani, Jumat (16/1/2026).

Menurut Cicilia, penurunan beban pengeluaran dilakukan melalui berbagai program perlindungan sosial, bantuan sosial, dan skema jaminan sosial. Sementara peningkatan pendapatan masyarakat ditempuh lewat pemberdayaan ekonomi, peningkatan produktivitas, perluasan akses keuangan, pelatihan keterampilan, penguatan potensi lokal, serta akses modal, asuransi, dan informasi pasar.

Untuk mengurangi kantong kemiskinan, pemerintah daerah fokus meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi layak, rumah layak huni, sumber penerangan, layanan air minum, serta perbaikan jalan dan jembatan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

“Setiap langkah sudah ada OPD yang bertanggung jawab,” lanjutnya.

Cicilia menyebut pada 2024 angka kemiskinan Kulonprogo berada di level 15,62%. Adapun target 2025 dipatok pada rentang 14,12% hingga 15,12%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 14,53%, dari sebelumnya 15,62% pada 2024. Pelaksana Tugas Kepala BPS Kulonprogo, Sudiyana, mencatat penurunan itu mencapai 1,09 poin persentase.

Penurunan pada 2025 tersebut menjadi yang terbesar dibanding kabupaten/kota lain di DIY. Sudiyana menjelaskan tren penurunan kemiskinan pascapandemi menunjukkan pemulihan ekonomi yang stabil, meski sempat tercatat ada satu kali kenaikan.

Pada 2021 jumlah penduduk miskin mencapai 81,14 ribu jiwa. Angka itu berkurang menjadi 73,21 ribu jiwa pada 2022, lalu kembali menurun ke 70,74 ribu jiwa pada 2023. Jumlah tersebut sempat naik menjadi 71,48 ribu jiwa pada 2024, sebelum turun cukup signifikan pada 2025 menjadi 67,25 ribu jiwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jalur KA Pantura Tergenang, 18 Kereta Terlambat, KAI Minta Maaf

Jalur KA Pantura Tergenang, 18 Kereta Terlambat, KAI Minta Maaf

News
| Jum'at, 16 Januari 2026, 22:27 WIB

Advertisement

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Wisata
| Jum'at, 16 Januari 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement