Advertisement
Libur Isra Miraj Dongkrak Wisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,2 Miliar
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja - David Kurniawan\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com GUNUNGKIDUL—Libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj 2026 berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Selama tiga hari libur, jumlah kunjungan wisata tercatat menembus lebih dari 100 ribu orang dengan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp1,28 miliar.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul mencatat total kunjungan wisatawan selama libur Jumat–Minggu (16–18 Januari 2026) mencapai 101.854 orang. Seperti periode libur sebelumnya, destinasi wisata pantai masih menjadi magnet utama kunjungan.
Advertisement
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan lonjakan kunjungan terjadi karena momentum libur panjang yang bertepatan dengan hari besar keagamaan.
“Ada peningkatan yang signifikan ketimbang dengan hari biasa,” kata Nanang, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA
Puncak Kunjungan Capai Hampir 40 Ribu Wisatawan Sehari
Nanang menjelaskan, puncak kunjungan wisata terjadi pada Sabtu (17/1/2026) dengan jumlah mencapai 39.974 orang dalam satu hari. Sementara itu, Jumat (16/1/2026) tercatat 29.690 pengunjung, dan Minggu (18/1/2026) sebanyak 32.190 wisatawan.
Menurutnya, destinasi wisata pantai masih menjadi tujuan favorit wisatawan, seiring dengan dominasi kunjungan di kawasan pesisir selatan Gunungkidul.
“Tujuan destinasi pantai masih jadi kunjungan favorit para wisatawan di Gunungkidul,” katanya.
Ia mengakui, sejumlah destinasi nonpantai seperti Gunung Api Purba Nglanggeran juga mengalami kenaikan kunjungan, meskipun tidak setinggi destinasi pantai.
Retribusi Wisata Sumbang PAD Rp1,28 Miliar
Lonjakan kunjungan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan daerah. Selama tiga hari libur, pemasukan PAD dari retribusi wisata tercatat sebesar Rp1.288.674.100.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan PAD dari sektor pariwisata, salah satunya dengan menaikkan target pendapatan 2026 menjadi Rp36,4 miliar.
Menurut dia, pengalaman tahun lalu menjadi evaluasi penting agar target pendapatan tidak kembali meleset.
“Kami tidak ingin target pendapatan tahun ini kembali meleset,” katanya.
Sebagai catatan, pada 2025 target PAD pariwisata sebesar Rp33,5 miliar hanya terealisasi Rp30,4 miliar.
Penyegaran Petugas TPR dan Target Kunjungan 3,2 Juta Wisatawan
Eko mengungkapkan, sejumlah strategi telah disiapkan untuk mendongkrak pendapatan, mulai dari promosi kepariwisataan, penyelenggaraan even wisata, hingga penyegaran petugas pemungut retribusi.
Di awal 2026, bupati memutuskan mengganti 30 petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai sebagai bagian dari upaya penyegaran sistem.
“Tentunya upaya pengawasan juga kami perketat agar potensi kebocoran bisa dicegah sehingga PAD yang diraih dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Terkait target kunjungan, Eko menyebut tahun 2026 dipatok mendatangkan 3,2 juta wisatawan, meningkat dibandingkan 2025.
“Tahun lalu mematok kunjungan sebanyak 3,1 juta orang, tapi yang datang hanya sekitar 2,8 juta pengunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Long Weekend, 30 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- SIM Keliling Polda DIY Beroperasi Senin 19 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 19 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Jadwal KA Bandara YIA Senin 19 Januari 2026, Layani Hingga Malam
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Advertisement
Advertisement




