Advertisement
Ratusan Rumah di Jogja Masih Buang Limbah Domestik ke Sungai
Sungai Code di Kota Jogja. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Jogja. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mencatat ratusan rumah belum memiliki saluran limbah domestik, sehingga limbah rumah tangga selama ini langsung dibuang ke badan sungai dan berpotensi mencemari lingkungan.
Kondisi tersebut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Kelompok Substansi Penataan Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kota Jogja, Cicilia Novi, yang menyebut ratusan rumah tanpa saluran limbah domestik itu dihuni 967 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 2.737 jiwa. Berdasarkan pendataan, wilayah dengan jumlah rumah tanpa saluran limbah domestik tertinggi berada di Karangwaru, Pringgokusuman, dan Kricak.
Advertisement
“Iya [pembuangan limbah domestik] langsung ke sungai,” katanya, Jumat (23/1/2026).
DPUPKP Kota Jogja saat ini berupaya menekan jumlah rumah tanpa saluran limbah domestik melalui intervensi bertahap. Pada tahun ini, Pemerintah Kota Jogja mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,8 miliar untuk pengadaan saluran limbah domestik bagi 368 rumah yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Kami secara bertahap menyelesaikan pekerjaan rumah [berupa] sanitasi tidak layak ini. Kalau belum bisa tuntas tahun ini ya diteruskan di waktu berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan, mayoritas rumah yang belum memiliki saluran limbah domestik merupakan bangunan lama. Dalam beberapa tahun terakhir, ketentuan pendirian rumah baru di Kota Jogja telah mewajibkan adanya sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang tertuang dalam rancangan bangunan.
“Sekarang Persetujuan Bangunan Gedung [PBG] mensyaratkan pengelolaan sanitasi. Kami sering menerima permohonan izin penyambungan Saluran Air Limbah [SAL] dari rumah yang mengajukan untuk PBG ataupun tempat usaha, perkantoran, hotel, dan penginapan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengingatkan warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai agar tidak lagi mengalirkan limbah domestik secara langsung ke sungai. Menurutnya, keberadaan saluran limbah domestik yang memadai di sekitar sungai menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air.
“Harapan saya rumah-rumah di sekitar sungai jangan serta-merta terus mengalirkan air ke sungai,” katanya.
Ia pun berharap tersedia tempat pengolahan limbah yang layak, sehingga air buangan yang akhirnya masuk ke sungai berada dalam kondisi aman bagi lingkungan, seiring upaya berkelanjutan Pemkot Jogja memperbaiki sistem sanitasi dan pengelolaan limbah domestik di kawasan permukiman lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- RSUD Sleman Tegaskan Ambulans Relawan Tak Dikenai Tarif Parkir
- Pencurian Tabung Gas di Mulyodadi Bantul Terbongkar, Pelaku Ditangkap
- Harda Kiswaya Tegaskan Tak Pernah Bahas Hibah dengan Raudi Akmal
- Saksi Sebut Dana Hibah Pariwisata Sleman Dicairkan dengan SPTJM
- Gedung Baru RSUD Sleman Lima Lantai, Layanan Subspesialis Diperkuat
Advertisement
Advertisement




