Advertisement
Dampak Angin Kencang Sleman: Puluhan Rumah Rusak, 2 Tewas dan 6 Luka
Angin kencang melanda Sleman, menumbangkan 96 pohon, merusak puluhan bangunan, menewaskan 2 orang, dan melukai 6 warga. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Bencana angin kencang melanda Sleman pada Sabtu (25/1/2026), menumbangkan puluhan pohon dan mengakibatkan dua warga meninggal serta enam lainnya luka-luka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mencatat dampak serius akibat angin kencang yang menerpa wilayah Bumi Sembada pada Sabtu (25/1/2026). Dua warga meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.
Advertisement
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut angin kencang dipicu aktivitas angin di lapisan udara atas dengan kecepatan 10–45 knot (18–83 km/jam). Fenomena ini terdorong oleh pengaruh Siklon Tropis “Luana” di barat laut Australia, yang berdampak signifikan pada wilayah bertopografi tinggi di Sleman, khususnya Kapanewon Pakem dan sekitarnya.
Akibatnya, 96 pohon tumbang, menimpa sejumlah warga. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 33 kalurahan di 14 kapanewon, dengan 117 titik kejadian. Sebanyak 61 bangunan mengalami kerusakan ringan, satu bangunan rusak berat, dan infrastruktur lain termasuk jaringan listrik di 18 titik, jaringan telepon di enam titik, enam tempat usaha, satu tower, satu fasilitas umum, serta tiga kandang ternak mengalami kerusakan.
BACA JUGA
“Selain korban meninggal, satu orang luka ringan, empat luka sedang, dan satu luka berat. Mereka dirawat di RS Panti Nugroho, RSUD Sleman, RS PKU Gamping, dan PMI Sleman,” jelas Bambang Sabtu malam.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan perangkat daerah dan kalurahan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Pemangkasan dahan, ranting, dan asesmen pohon berpotensi tumbang dilakukan secara masif.
Terkait dua korban jiwa akibat pohon tumbang di dekat Polsek Bulaksumur, Haris menjelaskan pohon tersebut merupakan aset Universitas Gadjah Mada (UGM). “Itu milik UGM, jadi tanggung jawab UGM. Saya sudah sampaikan agar mereka melakukan pengecekan menyeluruh di seluruh kawasan UGM, terutama pohon Randu yang tumbuh di atas tanah gembur dengan akar dangkal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Targetkan 875 Bidang Pematokan Tanah Kalurahan 2026
- Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
- DPRD Kulonprogo Sidak Dapur MBG, Soroti Kualitas Gizi Anak
- Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
- AKI Sleman 2025 Capai 9 Kasus, Dinkes Waspadai Kehamilan KTD
Advertisement
Advertisement









