Advertisement
Tol Fungsional Solo-Jogja Percepat Mudik Lebaran 2026 hingga 20 Menit
Gerbang Tol Jogja Solo di Purwomartani, Kalasan, Sleman.ist
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Pengoperasian jalur tol fungsional Solo–Jogja saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 diyakini mampu mempercepat konektivitas wilayah Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu sekitar 45 menit, kini diperkirakan hanya membutuhkan kurang lebih 20 menit.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyebut keberadaan ruas tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi waktu tempuh, tetapi juga membuka akses lebih cepat menuju kawasan wisata unggulan, salah satunya Candi Prambanan.
Advertisement
“Selain mempercepat mobilitas masyarakat, ruas tol ini juga mempermudah akses ke destinasi wisata strategis seperti Prambanan,” ujar Rivan, Rabu (28/1/2026).
Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, Jasa Marga bersama Korlantas Polri serta Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan dua jalur tol fungsional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Kedua ruas tersebut meliputi Tol Solo–Jogja–YIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani dan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen.
BACA JUGA
Pengoperasian sementara dua jalur ini dirancang untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jakarta maupun Semarang menuju Solo dan Yogyakarta selama periode puncak Lebaran 2026.
Peninjauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur telah dilakukan pada 22–23 Januari 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Rivan, inspeksi lapangan bertujuan memastikan seluruh aspek keselamatan dan kelayakan operasional terpenuhi sebelum jalur fungsional digunakan masyarakat.
“Peninjauan ini memastikan kesiapan infrastruktur, faktor keselamatan, serta koordinasi lintas sektor agar pengoperasian saat Lebaran berjalan optimal,” jelasnya.
Pada Tol Solo–Jogja segmen Prambanan–Purwomartani, jalur fungsional yang akan dibuka mencapai panjang 11,48 kilometer. Sementara itu, Tol Jogja–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen disiapkan sepanjang 4,98 kilometer.
Ruas Ambarawa–Bawen memiliki peran strategis karena terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Jawa, tepatnya ruas Semarang–Solo. Jalur ini diproyeksikan mampu mengurangi penumpukan kendaraan yang selama ini sering terjadi di Exit Tol Bawen saat musim mudik.
“Pengguna jalan dari arah Semarang–Solo yang menuju Magelang maupun Temanggung dapat memanfaatkan jalur ini tanpa persimpangan dan tanpa lampu lalu lintas. Dengan begitu, kepadatan di Exit Bawen bisa berkurang cukup signifikan,” ungkap Rivan.
Ia menegaskan seluruh persiapan pengoperasian dilakukan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari CCTV, radar pemantau lalu lintas, hingga sistem traffic counting.
“Komitmen kami adalah mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026 dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan,” tegasnya.
Rekayasa Lalu Lintas Siap Diterapkan
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menilai keberadaan dua jalur tol fungsional ini akan membantu memecah bangkitan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Dengan terdistribusinya arus kendaraan dari Jakarta dan Semarang menuju Solo serta Yogyakarta, penerapan skema rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow dinilai dapat dilakukan lebih efektif jika diperlukan.
“Pemecahan arus ini membuat rekayasa lalu lintas bisa berjalan lebih optimal saat volume kendaraan meningkat,” ujar Agus.
Ia menambahkan koordinasi intensif telah dilakukan bersama Jasa Marga, khususnya terkait pengaturan akses keluar-masuk tol di segmen Prambanan–Purwomartani.
“Pengaturan akses sangat penting agar saat Operasi Ketupat nanti arus kendaraan tetap lancar dan terkendali,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengungkapkan DIY dan Jawa Tengah secara historis selalu menjadi tujuan favorit pemudik setiap Lebaran. Karena itu, kehadiran tol fungsional Ambarawa–Bawen dinilai sangat membantu distribusi arus kendaraan.
“Terutama bagi masyarakat yang menuju Magelang dan Temanggung. Jalur ini sangat strategis untuk mengurai kepadatan,” tuturnya.
Aan memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah disiapkan sesuai standar keselamatan sebelum jalur tersebut difungsikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemlu: Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Bersifat Multilateral
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Januari 2026, Mulai Pukul 05.00 WIB
- Harga Cabai Rawit Merah Beringharjo Tembus Rp55.000, Pasar Lain Stabil
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
- Nyeri Neuropatik Kian Mengintai, Guru Besar UKDW Ungkap Faktanya
Advertisement
Advertisement



