Advertisement
DPAD DIY dan DPRD Dorong Literasi Digital Lewat Bedah Buku
Anggota Komisi IV DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (batik kuning) saat memberikan pemaparan mengenai pentingnya melawan arus negatif dunia digital di tengah masyarakat Triharjo, Wates, Kulonprogo, Kamis (5/2/2026) pagi - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Advertisement
KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama Komisi IV DPRD DIY menanamkan literasi digital di masyarakat melalui bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online di Triharjo, Wates, Kulonprogo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan melawan dampak negatif teknologi digital dan memasyarakatkan budaya baca.
Acara yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, dan warga setempat digelar langsung di padukuhan agar pesan literasi dapat disebarluaskan secara getok tular. “Digital tidak bisa kita tolak, tapi banyak hal negatif muncul karena masyarakat belum siap dengan percepatan teknologi ini,” ujar Anggota Komisi IV DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara.
Advertisement
Ika menekankan bahwa bedah buku ini tidak hanya menargetkan individu yang terdampak negatif gawai, melainkan juga membentuk kader motivator yang dapat menyebarkan literasi digital secara berantai. “Kegiatan ini menciptakan kader yang bisa membagikan informasi literasi digital lebih luas,” tambahnya. Ia juga menjanjikan pembentukan ruang baca untuk masyarakat, yang akan didukung dari anggaran pribadi atau dana sendiri, sebagai langkah konkret menumbuhkan budaya literasi.
Kepala DPAD DIY, Syam Arjayanti, menambahkan, perkembangan pesat teknologi digital memunculkan risiko seperti pinjaman online ilegal dan judi daring. “Belum semua masyarakat memahami cara menggunakan ponsel pintar secara bijak. Bedah buku ini memberikan pemahaman terkait ruang digital sekaligus meningkatkan literasi masyarakat. Buku tetap memiliki kredibilitas dibanding konten yang muncul di layar ponsel,” jelas Syam.
BACA JUGA
Dengan metode langsung ke masyarakat, DPAD DIY dan DPRD berharap pesan literasi digital dapat tersampaikan efektif, terutama kepada generasi muda, dan menjadi upaya preventif terhadap hoaks, penipuan daring, dan dampak negatif gawai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Landasan Bandara Berlin Tertutup Es, 100 Penerbangan Dibatalkan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban
- Misterius, Kerangka Manusia Ditemukan di Rumah Kosong Gamping Sleman
- Derbi Mataram PSIM Jogja vs Persis Solo Dijaga Ketat Ratusan Personel
- Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
- Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
Advertisement
Advertisement



