Advertisement
Menkop Dorong Kopdes Merah Putih Produksi Genteng Teknologi Baru
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026). ANTARA - Luqman Hakim
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) memanfaatkan teknologi baru dalam produksi genteng berbahan tanah liat. Inovasi tersebut dinilai mampu menghasilkan genteng yang lebih kuat sekaligus lebih ringan.
Ferry menjelaskan, teknologi yang dimaksud antara lain memanfaatkan bahan campuran turunan limbah batu bara yang dikombinasikan dengan tanah liat sebagai bahan baku utama.
Advertisement
“Bahan turunan sisa batu bara itu bisa dicampurkan dengan tanah liat. Dengan komposisi tertentu, hasil gentengnya justru bisa lebih ringan dan lebih kuat,” ujar Ferry saat ditemui di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.
Pemanfaatan teknologi ini, menurut Ferry, sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau yang dikenal sebagai program “gentengisasi”.
BACA JUGA
Ia menyebut perhatian Presiden terhadap genteng tidak hanya soal bangunan, tetapi juga berkaitan erat dengan isu kebersihan lingkungan. Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi masalah di banyak daerah, pendekatan baru dalam pengelolaan limbah dinilai perlu terus didorong.
“Presiden ingin masalah ‘resik’, kebersihan. Sekarang kan persoalan sampah ada di mana-mana dan belum sepenuhnya teratasi. Pemerintah dalam waktu dekat akan mendorong pengelolaan sampah agar tidak dibuang ke TPA, tetapi langsung diolah di tempat pengelolaan sampah,” kata Ferry.
Selain aspek kebersihan lingkungan, penggunaan genteng juga dinilai memberikan nilai tambah dari sisi estetika dan kenyamanan hunian. Ferry menilai, masih banyak rumah di berbagai daerah yang menggunakan atap seng, yang cenderung panas dan mudah berkarat.
“Kalau Presiden lewat, di atas genteng itu masih banyak rumah yang pakai seng. Seng itu panas, kemudian mudah karat. Padahal, rumah tinggal akan lebih teduh dan nyaman kalau menggunakan genteng, apalagi kualitasnya juga lebih kuat,” ujarnya.
Dengan dukungan teknologi baru dalam proses produksi, Ferry optimistis genteng dapat diproduksi dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Presiden bisa sampai memikirkan ini karena sebenarnya genteng itu bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, lebih terjangkau, dengan pendekatan-pendekatan teknologi baru,” kata dia.
Terkait potensi pengembangan produksi genteng oleh Kopdes Merah Putih, Ferry menilai hampir seluruh daerah memiliki modal utama berupa ketersediaan bahan baku tanah liat.
“Kalau tanah, hampir semua daerah juga ada,” ucapnya.
Sebelumnya, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1), Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih dominannya penggunaan atap seng pada rumah-rumah di Indonesia.
Menurut Presiden, selain membuat lingkungan terlihat kurang indah, atap seng juga berdampak pada kenyamanan penghuni karena sifatnya yang panas dan mudah berkarat.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, gagasan proyek gentengisasi nasional tersebut akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak produksi genteng di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Enam Saluran Afvour di Bantul Direhab Tahun Ini, Anggaran Rp2,2 Miliar
- Pemda DIY Terapkan Empat Strategi Tekan Kemiskinan Jadi 9,16 Persen
- Terkendala Modal, Rencana BUMD Aneka Usaha Gunungkidul Tertunda
- Hasto Dukung Gagasan Gentengisasi Prabowo, Bedah 200 Rumah Tahun Ini
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 7 Februari 2026, Cek di Sini
Advertisement
Advertisement




