Advertisement
Polisi Siap Dukung Swasembada Jagung di Gunungkidul, Ini Strateginya
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa saat kegiatan ungkap kasus di Mapolres, Jumat (30/1 - 2026).ist
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa siap mendukung program ketahanan pangan lewat swasembada jagung di Bumi Handayani. Ia pun siap mengerahkan seluruh personelnya untuk membantu petani di setiap kalurahan.
“Melalui bhabinkamtibmas di kalurahan dan gugus tugas ketahanan pangan, Polres Gunungkidul berkomitmen dalam upaya memperkuat ketahanan pangan pada komoditas jagung,” kata Damus, Senin (9/2/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, dukungan program ketahanan pangan ini selaras dengan hasil rapat koordinasi bersama Wakil Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Brigjen Langgeng Purnomo pada Jumat (6/2/2026). Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen agar program dapat berjalan dengan sukses.
Menurut Damus, ada beberapa strategi yang dijalankan demi memperkuat swasembada jagung maupun peningkatan kesejahteraan petani. Langkah pertama dilakukan dengan jalan menjembatani dengan Bulog untuk penyerapan hasil panen milik para petani di Bumi Handayani.
BACA JUGA
“Bulog ada program penyerapan jagung 1 juta ton. Ini bisa diakses para petani karena harganya juga kompetitif, yakni Rp6.400 per kilonya,” katanya.
Dia mengungkapkan, program penyerapan ini harus disukseskan. Terlebih lagi, sambung Damus, seringkali petani terjerat utang dengan tengkulak dengan dalih untuk modal tanam.
Praktik ini dinilai sangat merugikan karena imbal balik dari pinjaman tersebut, seringkali hasil panen dibeli dengan harga murah. “Harus diputus mata rantai ini, makanya ada program penyerapan jagung dari Bulog agar bisa diakses petani. Selain itu, juga ada upaya menjembatani antar kelompok tani untuk mendapatkan kemudahan akses pinjaman KUR dari Himbara [Himpunan Bank Milik Negara],” katanya.
Selain urusan permodalan maupun penyerapan hasil panen, jajaran Polres Gunungkidul juga akan fokus pada pendampingan pengembangan lahan tidur. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat membantu dalam upaya peningkatan produksi jagung secara nasional.
“Indonesia di 2025 berhasil tanpa impor jagung untuk pabrik pakan ternak. Ini harus dipertahankan sehingga optimalisasi lahan tidur untuk pertanian harus diperkuat,” katanya.
Diharapkan dengan adanya sinergi baik ini dapat menciptakan ekosistem pertanian yang sehat. Selain bisa membebaskan petani dari jeratan tengkulak, tapi juga meningkatkan taraf hidup para petani agar bisa lebih sejahtera.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, jagung merupakan salah satu komoditas pangan unggulan di Bumi Handayani. Ia mencatat di awal musim tanam pertama ini ada lahan seluas 42.427 hektare yang ditanami jagung. “Sudah panen dan semoga hasilnya bagus sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh para petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
MA Tolak Kasasi Jaksa, Windu Aji Bebas dari TPPU Nikel Antam
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



