Advertisement
Gempa dan Hidrometeorologi Masih Mengancam, Bantul Siaga
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menekankan pentingnya mitigasi bencana gempa dan hidrometeorologi, menyusul masih adanya korban luka dan potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Oleh karena itu, Pemkab meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan ancaman hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi.
Advertisement
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budi Raharjo menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap langkah mitigasi agar dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
“Pesan kami, masyarakat harus tetap waspada. Bukan hanya gempa bumi, ancaman hidrometeorologi juga belum berakhir. Jadi harus hati-hati dalam beraktivitas,” kata Agus, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA
Menurut Agus, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat hujan disertai angin kencang yang berpotensi memicu pohon tumbang maupun kecelakaan di jalan. Ia mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar karena risikonya tinggi saat cuaca ekstrem.
“Kalau hujan dan angin, jangan berteduh di bawah pohon besar, itu sangat berisiko. Saat di perjalanan juga harus memperhatikan kondisi sekitar,” ujarnya.
Selain kewaspadaan individu, Pemkab Bantul mendorong edukasi mitigasi bencana dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin tangguh dan tidak panik saat terjadi gempa maupun bencana hidrometeorologi. Agus meminta warga mematuhi prosedur tetap (protap) penanganan bencana demi menghindari kecelakaan akibat kepanikan.
“Mitigasi bencana harus terus dilakukan, edukasi juga harus berkelanjutan. Masyarakat harus mengikuti protap agar kejadian seperti sebelumnya tidak menimbulkan kecelakaan, luka, maupun korban karena kepanikan,” jelasnya.
Terkait dampak gempa Pacitan sebelumnya, Agus menyebut sebanyak 11 orang masih menjalani perawatan medis. Sebagian korban membutuhkan rawat inap, meski tidak mengalami luka berat.
“Ada yang membutuhkan rawat inap, tetapi tidak parah. Ada yang mengalami patah tulang karena jatuh, bukan karena tertimbun material,” katanya.
Imbauan mitigasi bencana gempa dan hidrometeorologi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bantul memperkuat kesiapsiagaan warga, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Dengan memahami risiko lingkungan sekitar dan mengikuti protap kebencanaan, masyarakat diharapkan mampu melindungi diri serta keluarga saat situasi darurat terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







