Advertisement

Hartanto Ardi Saputra Pimpin AJI Yogyakarta 20262029

Andreas Yuda Pramono
Minggu, 15 Februari 2026 - 21:27 WIB
Sunartono
Hartanto Ardi Saputra Pimpin AJI Yogyakarta 20262029 Hartanto Ardi Saputra (dua dari kiri) dan Triyo Handoko (pertama dari kiri) sedang menerima estafet bendera AJI Yogyakarta dari Januardi Husin dan Lugas Subarkah di Wisma Pojok Indah, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (15/2/2026). - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Konferensi Kota (Konferta) ke-9 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menandai babak baru kepemimpinan organisasi jurnalis tersebut untuk periode 2026–2029. Forum yang digelar di Wisma Pojok Indah, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (15/2/2026), menetapkan Hartanto Ardi Saputra (Ayo Bandung) sebagai Ketua dan Triyo Handoko (jurnalis lepas) sebagai Sekretaris AJI Yogyakarta.

Keduanya menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Januardi Husin (JPNN) dan Lugas Subarkah (Harian Jogja) yang resmi demisioner pada hari yang sama. Pergantian ini diharapkan mampu menjawab tantangan pers yang semakin kompleks, baik dari sisi kebebasan berekspresi maupun dinamika industri media.

Advertisement

Dalam pidato perdananya, Hartanto Ardi Saputra menekankan pentingnya kolaborasi antara insan pers dan masyarakat luas untuk menjaga kualitas ekosistem jurnalisme. Ia menyebut jurnalisme yang sehat menjadi fondasi utama lahirnya masyarakat kritis sekaligus demokrasi yang kuat. Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada AJI semata tanpa dukungan publik.

“Saya dan Triyo berterima kasih atas kepercayaan kepada kami. Bantuan dan dukungan menjadi sangat penting untuk menjalankan organisasi,” kata pria yang akrab disapa Rimba itu, Minggu.

Semangat tersebut selaras dengan tema Konferta ke-9, yakni “Tantangan Jurnalisme di Tengah Menguatnya Otoritarianisme dan Melemahnya Industri Media”. Tema ini menjadi refleksi atas kondisi sosiopolitik mutakhir yang dinilai menunjukkan gejala penguatan otoritarianisme di bawah pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Kecenderungan itu disebut tampak dari pelaksanaan sejumlah program strategis yang ditopang dominasi aparat penegak hukum. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya resentralisasi kekuasaan yang mengingatkan pada praktik era Orde Baru di tengah iklim reformasi.

Implikasinya, ruang kebebasan berpendapat masyarakat dinilai semakin menyempit. Di saat yang sama, ruang redaksi juga menghadapi tekanan yang memicu praktik swasensor (self-censorship), baik akibat faktor eksternal maupun dinamika internal.

Kondisi tersebut semakin kompleks karena industri media tengah mengalami pelemahan dari sisi bisnis. Penurunan performa ekonomi perusahaan pers berdampak pada kesejahteraan jurnalis yang belum ideal. Padahal, kesejahteraan menjadi prasyarat penting untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan publik sebagai pilar demokrasi.

Sekretaris AJI Yogyakarta terpilih, Triyo Handoko, menegaskan komitmen organisasi untuk terus konsisten mendorong kebebasan berekspresi. Ia menilai keberagaman ekspresi akan memperkaya diskursus publik dan memperkuat daya kritis masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan.

Sebagai tindak lanjut, Konferta ke-9 merumuskan resolusi organisasi yang berlandaskan “Tri Panji AJI”. Kesepakatan tersebut mencakup penguatan kebebasan pers dan berekspresi, peningkatan kesejahteraan serta profesionalisme jurnalis, hingga komitmen pencegahan kekerasan seksual. Seluruh resolusi itu akan diterjemahkan ke dalam program kerja AJI Yogyakarta selama tiga tahun ke depan seiring upaya memperkuat peran jurnalisme independen di tengah dinamika sosial, politik, dan industri media yang terus bergerak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hamas: Israel Lakukan Penyiksaan Brutal Tahanan Palestina

Hamas: Israel Lakukan Penyiksaan Brutal Tahanan Palestina

News
| Minggu, 15 Februari 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement