Advertisement
Antisipasi Cuaca Ekstrem Lebaran, Sleman Siagakan Posko 24 Jam
Ilustrasi arus mudik Lebaran. Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memperkuat sinergi lintas sektoral guna menjamin keamanan arus mudik serta kelancaran perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebagai langkah konkret menghadapi lonjakan pemudik, BPBD Sleman resmi mengaktifkan Posko Lebaran yang akan beroperasi penuh selama 24 jam untuk memantau situasi keamanan dan kebencanaan secara real-time.
Advertisement
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan bahwa aktivasi posko ini merupakan respons cepat atas prakiraan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem.
Wilayah DIY diprediksi masih berada dalam ancaman bencana hidrometeorologi selama periode Lebaran, sehingga kesiapsiagaan personel di titik-titik rawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
BACA JUGA
"Pengerahan Tim Reaksi Cepat (TRC) dilakukan dalam beberapa shift untuk memastikan respons cepat terhadap potensi pohon tumbang, banjir genangan, atau tanah longsor yang dapat menghambat jalur mudik," ujar Bambang saat dihubungi pada Rabu (4/3/2026).
Posko yang berpusat di Jalan Kaliurang Nomor 17, Pakem tersebut akan disiagakan mulai 15 hingga 24 Maret 2026 dengan dukungan penuh dari petugas Pusdalops sebagai pengendali operasi kedaruratan.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah DIY diproyeksikan mengalami fluktuasi signifikan dengan akumulasi mencapai 151–400 mm per bulan pada Maret 2026.
Meskipun tren penurunan intensitas hujan mulai terlihat saat memasuki bulan April, kondisi masa peralihan musim tetap menuntut kewaspadaan tinggi bagi para pemudik yang melintasi jalur-jalur rawan di lereng perbukitan maupun kawasan padat penduduk.
Selain fokus pada jalur mudik, pengamanan ekstra juga diarahkan pada koordinasi bersama TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan untuk mengawal akses menuju destinasi wisata unggulan.
Langkah ini sangat krusial mengingat Dinas Pariwisata memprediksi akan ada lonjakan kunjungan hingga 4 juta orang ke wilayah DIY selama libur panjang Lebaran, yang menuntut kesiapan fasilitas keselamatan di setiap objek wisata.
Wisatawan yang berencana menghabiskan waktu libur di kawasan lereng Gunung Merapi diimbau untuk selalu memantau aktivitas vulkanik melalui aplikasi Simantab atau menghubungi nomor kedaruratan resmi.
Sinergi antara petugas di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memantau informasi cuaca terkini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun hambatan perjalanan selama momentum Idulfitri berlangsung di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






