Advertisement
Jelang Lebaran, Perbaikan Jalan DIY Ditarget H-3
Foto ilustrasi proyek pembangunan jalan.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum mampu melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh pada 2026. Menjelang Lebaran, fokus penanganan diarahkan pada pemeliharaan rutin ruas jalan provinsi agar tetap aman dilalui pemudik.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menjelaskan perbaikan yang dilakukan masih sebatas tambal sulam (patching) di titik-titik kerusakan.
Advertisement
“Sejauh ini memang masih sebatas patching atau tambal sulam di titik-titik yang rusak. Belum sampai rehabilitasi atau overlay, apalagi peningkatan kapasitas jalan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Prioritas Titik Rawan dan Ruas Rusak
BACA JUGA
Meski anggaran terbatas, Ni Made menilai sebagian besar jalan di DIY tidak masuk kategori rusak berat. Kondisi jalan disebut masih layak dilalui, meski terdapat sejumlah titik yang memerlukan penambalan.
Pemda DIY kini tengah menginventarisasi ruas-ruas jalan yang perlu diprioritaskan, terutama yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di ruas Sermo–Klepu, Kabupaten Kulonprogo, yang mengalami runtuhan. Beberapa titik rawan longsor juga masuk daftar prioritas penanganan.
“Kita harus menentukan prioritas karena anggaran terbatas. Kalau masih bisa dilalui mungkin masuk pemeliharaan biasa, tapi kalau sudah runtuh tentu harus didahulukan,” katanya.
Ia berharap kondisi jalan provinsi tetap mampu menunjang kenyamanan pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke DIY saat Idulfitri. Menurutnya, kondisi jalan yang tidak sepenuhnya mulus justru membuat pengendara lebih waspada.
Target Rampung H-3 Lebaran
Sejumlah ruas jalan telah diperbaiki untuk menyambut arus mudik, di antaranya Jalan Monjali hingga ke arah utara dekat RS Akademik UGM. Pemeliharaan jalan ditargetkan rampung paling lambat H-3 Lebaran, mengingat lonjakan mobilitas biasanya mulai terjadi pada periode tersebut.
Selain perbaikan fisik jalan, Pemda DIY juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama di kawasan rawan longsor. Kolaborasi lintas daerah dinilai penting guna meminimalkan risiko bencana di wilayah dengan tingkat kerentanan longsor yang cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
- KWT di Bantul Menanti Peluang Jadi Pemasok Bahan Baku Program MBG
- Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Wates Cair hingga Rp6 Miliar per Bidang
- Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
- Terekam CCTV, Gamelan Ndalem Pujokusuman Jogja Digondol Maling
Advertisement
Advertisement







