Advertisement
Sleman Dorong Produksi Gula Semut dan Virgin Coconut Oil
Produksi gula semut.JIBI/Dokumen
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong hilirisasi produk turunan Kelapa Genjah guna meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Komoditas ini dinilai berpotensi menghasilkan gula semut dan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) yang memiliki pasar cukup luas.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan pengembangan Kelapa Genjah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan petani. Menurutnya, budidaya komoditas tersebut dapat menjadi pengungkit baru bagi perekonomian warga.
Advertisement
"Jika ada produk turunan seperti gula semut dan VCO, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat," kata Harda dalam pernyataan tertulis.
Potensi Agrowisata dan Ekonomi Kreatif
BACA JUGA
Harda menilai budidaya pohon kelapa bukan sekadar alternatif sumber pendapatan petani, tetapi juga berpotensi menopang sektor agrowisata dan ekonomi kreatif. Ke depan, pengembangannya dapat diarahkan menjadi program unggulan berbasis wilayah.
Menurutnya, terdapat efek pengganda dari pengembangan Kelapa Genjah, mulai dari sektor pertanian, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk turunan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Sleman, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda tersebut, ia menanam bibit Kelapa Genjah bersama jajaran pejabat daerah dan petani yang tergabung dalam Kelompok Petani Merdeka di Dusun Klampengan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.
3.300 Bibit Ditanam
Perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu menyebut penanaman Kelapa Genjah sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan petani. Sebanyak 3.300 bibit pohon ditanam dengan dukungan Kementerian Pertanian.
"Kelapa Genjah berbuah lebih cepat, sekitar tiga sampai empat tahun sudah mulai berproduksi. Tingginya tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah ditangani dan dipanen. Artinya, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih cepat oleh keluarga," kata Titiek dalam sambutannya.
Ia menekankan keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara Tani Merdeka dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam pengelolaan berkelanjutan.
Titiek berharap kelapa tidak hanya dipandang sebagai tanaman pertanian biasa, tetapi sebagai aset produktif desa yang dapat diolah menjadi santan, minyak, hingga produk turunan berbasis sabut kelapa untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
- KWT di Bantul Menanti Peluang Jadi Pemasok Bahan Baku Program MBG
- Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Wates Cair hingga Rp6 Miliar per Bidang
- Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
- Terekam CCTV, Gamelan Ndalem Pujokusuman Jogja Digondol Maling
Advertisement
Advertisement







