Advertisement
Sapi Diduga Terjangkit PMK Ditolak Masuk Pasar Ambarketawang
Sapi / Ilustrasi freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Seekor sapi yang terindikasi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditolak masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang. Sapi tersebut diketahui berasal dari Kulon Progo.
Petugas pasar langsung meminta penjual membawa pulang ternak tersebut guna mencegah potensi penularan kepada sapi lain di area pasar.
Advertisement
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan, Yuda Andi Nugroho, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada pertengahan Januari 2026.
“Sempat ada penolakan sapi masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang. Awal tahun ini kami meningkatkan pengawasan di pintu masuk dengan melibatkan dokter hewan. Sapi yang masuk jelas dicek. Kalau ada gejala parah kami tolak,” kata Yuda saat ditemui di kantornya, Jumat (6/3/2026).
BACA JUGA
Menurutnya, sapi tersebut menunjukkan sejumlah gejala khas PMK seperti lendir berlebihan, kondisi tubuh lesu, serta luka menyerupai seriawan di bagian mulut.
Vaksinasi PMK Digencarkan
Yuda menambahkan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman mulai kembali menggencarkan vaksinasi PMK bagi ternak di wilayah Kabupaten Sleman. Masyarakat diminta tetap waspada karena penyakit tersebut masih ditemukan di sejumlah daerah.
Ketua Tim Kerja Bina Produksi Peternakan DP3 Sleman, Sri Haryatini, menyampaikan populasi sapi potong di Sleman hingga akhir Desember 2025 mencapai 24.136 ekor.
Jumlah tersebut terdiri dari 15.751 sapi betina dan 8.385 sapi jantan.
Prambanan Miliki Populasi Sapi Terbesar
Wilayah dengan populasi sapi potong terbesar berada di Kapanewon Prambanan dengan total 7.009 ekor, yang terdiri dari 1.417 sapi jantan dan 5.592 sapi betina.
Jumlah tersebut jauh melampaui kapanewon lain di Sleman, disusul Kapanewon Berbah dengan 1.947 ekor serta Kapanewon Cangkringan sebanyak 1.856 ekor.
Pengawasan lalu lintas ternak dinilai sangat penting, terutama di Prambanan yang berbatasan langsung dengan Kapanewon Gedangsari di Gunungkidul.
Wilayah tersebut diketahui masih memiliki kasus PMK dan juga Antraks.
Sleman Dapat 10.000 Dosis Vaksin
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman, Suryawati Purwaningtyas, menjelaskan bahwa lalu lintas ternak menjadi faktor penting yang memengaruhi fluktuasi kasus PMK.
Pergerakan hewan dalam jumlah besar dapat mempercepat penularan penyakit, baik dari luar daerah masuk ke Sleman maupun sebaliknya.
Ia mengatakan vaksinasi menjadi langkah utama pencegahan yang saat ini dilakukan pemerintah. Hingga September 2026, Sleman diperkirakan memperoleh sekitar 10.000 dosis vaksin PMK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PBB Berduka, Prajurit TNI Praka Rico Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mati Lampukah Rumahmu? PLN Perbaiki Jaringan di Tiga Wilayah DIY
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 24 April 2026
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Jumat 24 April 2026
- Jadwal SIM Keliling di Kota Jogja Jumat 24 April 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Advertisement








