Advertisement
Mobil Pajero Terjebak di Kali Kuning Jalur Lava Tour Merapi
Foto ilustrasi. Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./ dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebuah mobil pribadi kembali terjebak di jalur wisata jip Lava Tour Merapi di Kali Kuning, di Pakem, Sleman. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur Lava Tour Merapi dirancang khusus untuk kendaraan jip wisata sehingga mobil pribadi berisiko terperosok di lintasan berlumpur.
Insiden tersebut sempat beredar luas di media sosial setelah sebuah video menunjukkan satu unit mobil Pajero terjebak di lintasan jip wisata Merapi di Kali Kuning. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah orang berupaya mengevakuasi kendaraan menggunakan armada jip wisata yang berada di sekitar lokasi.
Advertisement
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri, menjelaskan jumlah pengguna jasa jip wisata mengalami penurunan selama Ramadan. Kondisi yang cenderung sepi membuat lintasan Lava Tour Merapi jarang dilalui kendaraan sehingga lumpur menumpuk di jalur wisata tersebut.
Selain itu, banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu turut memperburuk kondisi lintasan di Kali Kuning sehingga kendaraan yang tidak dirancang untuk jalur ekstrem mudah terjebak di bekas lumpur.
BACA JUGA
"Di situ juga enggak ada jip yang keluar masuk karena puasa-puasa sepi. Mungkin orang luar pulau, dari Palembang itu akhirnya masuk. Begitu masuk langsung tumancep [tertancap] bekas lumpur itu, enggak bisa [bergerak]," ungkap Dardiri pada Senin (9/3/2026).
Setelah mobil tersebut terjebak, Dardiri bersama sejumlah rekannya mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi kendaraan. Saat kejadian berlangsung, kondisi kawasan wisata di Kali Kuning relatif sepi sehingga tidak ada orang yang memberi peringatan kepada pengemudi mobil tersebut.
"Kebetulan saya yang menolong, soalnya kan sepi enggak ada jip, nggak ada orang di situ. Enggak ada sing ngandhani," ujarnya.
Proses evakuasi mobil Pajero yang terjebak di jalur Lava Tour Merapi tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam. Kendaraan akhirnya dapat dikeluarkan dari lumpur setelah ditarik menggunakan winch atau tali derek milik jip wisata.
Dardiri juga mengungkapkan bahwa selama Ramadan aktivitas wisata Lava Tour Merapi memang cenderung menurun. Kondisi tersebut membuat jumlah penumpang jip wisata berkurang dibandingkan hari-hari biasa.
Biasanya jalur lintasan Lava Tour Merapi akan mulai dibenahi sekitar H-7 Lebaran. Setelah perbaikan lintasan dilakukan, jumlah pengunjung umumnya mulai meningkat kembali sejak H-5 Lebaran.
Lonjakan kunjungan wisatawan biasanya berlanjut hingga sekitar satu pekan setelah Lebaran sebelum akhirnya kembali menurun secara bertahap.
Selama periode Ramadan yang relatif sepi ini, para pelaku usaha jip wisata memanfaatkan waktu untuk melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan melakukan perbaikan serta perawatan armada jip wisata agar siap digunakan saat kunjungan wisata meningkat pada masa libur Lebaran.
"Dari asosiasi ya kemarin itu sudah pertemuan ketua-ketua komunitas, pada intinya itu pembenahan untuk jip. Setelah nanti liburan setelah sepi wisatawan dalam bulan puasa ini untuk pembenahan yang catnya masih bagus mungkin dari kaki-kaki, mungkin yang catnya jelek juga harus dibenahi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Hapus Sistem E-Voting pada Pilur Serentak 2028
- MPM PP Muhammadiyah Perkuat Ekonomi Akar Rumput, Dampingi 11 Komunitas
- Kurangi Risiko Longsor, Pohon di Tebing Clongop Dipotong
- Bocah 9 Tahun Tenggelam di Glagah, Pencarian Hari Kedua Nihil
- Libur Lebaran 2026, Bantul Tambah Petugas TPR Wisata Pantai
Advertisement
Advertisement







