Advertisement
Antisipasi 8 Juta Wisatawan, Pemkot Jogja Tambah Personel di Malioboro
Bregada Rakyat Malioboro bertugas di sepanjang Jalan Malioboro - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Guna menyambut lonjakan kunjungan pelancong pada libur Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja resmi menyiagakan tambahan personel kebersihan dan ketertiban. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin kenyamanan jutaan wisatawan yang diprediksi bakal memadati berbagai titik ikonik di Kota Gudeg selama masa libur panjang mendatang.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, mengungkapkan bahwa penambahan tenaga kerja akan difokuskan pada pengelolaan fasilitas umum dan area pedestrian Malioboro. Kehadiran petugas tambahan ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mencegah penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara serta menjaga estetika kawasan wisata tetap terjaga.
Advertisement
"Kami sudah menginstruksikan instansi terkait untuk menambah jumlah petugas selama masa libur panjang, sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah di fasilitas tempat pembuangan," tegas Wawan pada Senin (9/3/2026). Selain aspek kebersihan, Pemkot Jogja juga tengah mempercantik wajah kota melalui pengecatan ulang kursi-kursi taman, pembaruan lampu penerangan, hingga penambahan unsur penghijauan di sepanjang jalur utama.
Manajemen lalu lintas dan pemberantasan parkir liar turut menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi kelancaran arus kendaraan. Wawan memberikan peringatan keras terhadap praktik "parkir nuthuk" atau tarif tidak wajar yang kerap merugikan pengunjung karena hal tersebut dinilai dapat merusak citra pariwisata Jogja di mata nasional maupun internasional.
BACA JUGA
Sejalan dengan upaya Pemkot, pihak kepolisian juga memperketat pengawasan melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld. Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, menjelaskan bahwa perangkat tilang portabel ini akan menyasar pelanggaran di kawasan poros filosofis, mulai dari Tugu, Malioboro, hingga area Kraton Jogja.
Sistem ETLE Mobile ini diklaim lebih efisien karena memungkinkan petugas memberikan sanksi digital meskipun pemilik kendaraan tidak berada di lokasi. "Insyaallah akan memberikan dampak peningkatan ketertiban dalam berlalu lintas," ujar Alvian optimistis mengenai efektivitas teknologi tersebut dalam menekan angka pelanggaran di tengah kepadatan arus mudik dan wisata.
Meski pengamanan diperketat, Pemkot Jogja memastikan skema full pedestrian di Malioboro belum akan diberlakukan pada Lebaran tahun ini. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga aksesibilitas jalan raya tetap optimal mengingat prediksi Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang memperkirakan volume kunjungan mencapai delapan juta orang, sehingga kelancaran sirkulasi kendaraan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan bersama selama berada di Kota Jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
- DPRD Kulonprogo Sidak Dapur MBG, Soroti Kualitas Gizi Anak
- Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
- AKI Sleman 2025 Capai 9 Kasus, Dinkes Waspadai Kehamilan KTD
- Jalan Terong-Dlingo Bantul Licin Saat Hujan, Warga Soroti Truk Tanah
Advertisement
Advertisement








