Advertisement
Mahasiswa Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Bantul
Petugas saat mengevakuasi jenazah FDU. Polres Bantul
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Warga Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, digegerkan dengan ditemukannya seorang pemuda meninggal dunia pada Selasa (17/3/2026) pagi di depan rumah tempatnya bekerja. Peristiwa ini langsung mendapat penanganan dari aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui berinisial FDU (22), seorang pelajar atau mahasiswa asal Magelang, yang ditemukan dalam kondisi tergantung di area depan lokasi kerjanya.
Advertisement
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa laporan kejadian tersebut diterima pada pagi hari dan petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Petugas mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya orang meninggal dunia dengan cara gantung diri di wilayah Sidomulyo, Bambanglipuro,” ujarnya, Selasa (17/3).
BACA JUGA
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bekerja di sebuah peternakan burung milik warga setempat dan masih sempat beraktivitas bersama rekan-rekannya pada malam sebelum kejadian.
Sekitar pukul 18.30 WIB, korban terlihat berkumpul bersama saksi di area dapur sambil minum kopi. Kegiatan tersebut berlanjut hingga malam hari, termasuk makan bersama dan berbincang santai, sebelum sejumlah saksi memutuskan untuk beristirahat.
Saat itu, korban diketahui masih berada di dalam kamar, sementara saksi lainnya sudah tertidur. Hingga akhirnya pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB, salah satu saksi terbangun dan tidak menemukan korban di dalam kamar.
Pencarian pun dilakukan hingga ke luar rumah, yang kemudian mengarah pada temuan korban dalam kondisi tergantung di pohon kelengkeng di depan lokasi tersebut.
"Dari hasil identifikasi awal, korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan jeratan kain di leher. Petugas juga menemukan sejumlah luka pada bagian tubuh korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda kematian yang mengarah pada gantung diri, seperti bekas jeratan di leher serta kondisi tubuh yang telah mengalami kaku mayat," kata Rita.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Meskipun demikian, proses penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Di tengah penanganan kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental di lingkungan sekitar, termasuk mengenali tanda-tanda seseorang yang membutuhkan dukungan psikologis agar kejadian serupa dapat dicegah.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan hal serupa. Bila Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala depresi yang mengarah pada tindakan membahayakan diri, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog atau layanan kesehatan jiwa terdekat. Anda juga dapat menghubungi layanan Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimile (021) 5223002, 52921669, atau email kontak@kemkes.go.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Lebaran, Okupansi Hotel Bantul Anjlok
- Libur Lebaran, Dispar Kulonprogo Ingatkan Larangan Tarif Nuthuk
- PKB DIY Safari ke Sejumlah Ulama, Perkuat Wasilah Keselamatan Bangsa
- Layanan SIM Sleman Libur saat Lebaran 2026, Cek Jadwal Dispensasi
- Penumpang Bandara YIA Tembus 15 Ribu per Hari Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement





