Advertisement
Harga Sayur di Beringharjo Jogja Sempat Melonjak Saat Lebaran 2026
Sayuran hijau. - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Harga sayur Beringharjo melonjak tajam hingga dua kali lipat saat Lebaran 2026, dipicu terbatasnya pasokan dari petani selama masa libur panjang. Kondisi ini sempat memengaruhi aktivitas jual beli di pasar tradisional terbesar di Jogja tersebut.
Lonjakan harga paling terasa pada komoditas sayuran utama seperti sawi hijau, kubis, dan daun bawang, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Salah seorang pedagang sayur Pasar Beringharjo, Ida Habibah mengatakan lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas sayuran, terutama sawi hijau, kubis, dan daun bawang.
Advertisement
“Kenaikannya sangat terasa. Sawi hijau yang biasanya Rp10.000 per kilogram sempat naik jadi Rp20.000. [Harga] Kubis [naik] dari Rp12.000 jadi Rp20.000, [harga] daun bawang [banik] dari Rp15.000 ke Rp20.000,” katanya di Pasar Beringharjo, Selasa (24/3/2026).
Ia mengungkapkan, kenaikan harga sayur di Beringharjo tersebut hanya berlangsung singkat, yakni pada 22–23 Maret 2026, ketika distribusi dari petani dan pemasok tersendat akibat libur Lebaran. Dia menjelaskan, kenaikan harga tersebut hanya berlangsung pada 22-23 Maret 2026. Kondisi tersebut menurutnya terjadi karena distribusi barang sempat terhenti akibat banyak petani dan distributor sayur yang masih libur.
BACA JUGA
Memasuki 24 Maret 2026, harga sayur di Pasar Beringharjo mulai berangsur turun, meskipun belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal. Harga kubis tercatat di kisaran Rp15.000 per kilogram, daun bawang Rp18.000, dan sawi hijau sekitar Rp12.000 per kilogram.
Berbeda dengan sayuran, harga cabai masih bertahan tinggi sejak sebelum Lebaran 2026. Cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp100.000 per kilogram, sedangkan tomat bertahan di harga Rp28.000 per kilogram sejak sebelum Lebaran.
Menariknya, kenaikan harga sayur Beringharjo tidak mengurangi minat belanja masyarakat. Bahkan, jumlah pembeli justru meningkat dibandingkan hari biasa. Meski begitu, menurutnya, lonjakan harga tidak menyurutkan minat pembeli. Ida mengaku jumlah pembeli justru meningkat dibandingkan hari biasa, terutama sejak dirinya kembali berjualan pada Minggu (22/3/2026).
“Pembeli malah lebih banyak. Mungkin karena pedagang lain masih banyak yang belum buka, jadi pembeli menumpuk di sini,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi pasokan sayur di Beringharjo kini mulai pulih seiring distribusi yang kembali berjalan normal setelah libur Lebaran. Dia menambahkan, saat ini ketersediaan barang mulai kembali normal seiring distribusi yang kembali berjalan.
Di sisi lain, pembeli tetap merasakan dampak kenaikan harga sayur meski sudah mulai turun. Sementara itu, salah satu pembeli Sri Hani mengeluhkan kenaikan harga sayur tersebut. Dia pun tetap membeli sejumlah sayuran lantaran untuk memenuhi kebutuhan pangan rumahnya.
“Tadi beli sawi Rp12.000, untuk makan sendiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Bantul Diperbolehkan Tidak Masuk Kantor
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
- Stok Pangan di Jogja Melimpah Saat Permintaan Lebaran Naik
Advertisement
Advertisement







