Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo Jogja. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Perputaran uang dari sektor pariwisata di Kota Jogja melonjak selama libur Lebaran 2026. Rata-rata pengeluaran wisatawan domestik tercatat mencapai jutaan rupiah dalam satu kali kunjungan.
Data Dinas Pariwisata Kota Jogja menunjukkan selama periode 18–24 Maret 2026, wisatawan domestik menghabiskan sekitar Rp2,2 juta per kunjungan. Angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi selama momentum libur Lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning, menjelaskan pengeluaran terbesar masih didominasi sektor akomodasi. Sekitar 23 persen atau setara Rp529.000 dialokasikan wisatawan untuk tempat menginap.
“Selain akomodasi, belanja oleh-oleh kuliner menyumbang 14% atau sekitar Rp322 ribu. Sementara itu untuk konsumsi makan minum dan transportasi lokal masing-masing mencapai sekitar 10% atau Rp224 ribu,” ujarnya di Kota Jogja, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, peningkatan belanja ini dipicu kombinasi libur Lebaran dan tradisi mudik yang mendorong konsumsi. Tren perjalanan keluarga dengan durasi lebih panjang juga membuat pengeluaran wisatawan meningkat setelah Ramadan.
Belanja Wisatawan Mancanegara Lebih Tinggi
Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat mengeluarkan dana lebih besar, yakni sekitar Rp4,5 juta per kunjungan. Dari jumlah tersebut, sekitar 32 persen atau Rp1,4 juta digunakan untuk akomodasi.
Struktur belanja wisatawan mancanegara juga lebih beragam. Mereka mengalokasikan sekitar 16 persen atau Rp758.000 untuk konsumsi makanan, 15 persen atau Rp705.000 untuk jasa biro perjalanan, serta 9 persen atau Rp445.000 untuk pemandu wisata.
Selain itu, sekitar 8 persen atau Rp406.000 digunakan untuk transportasi lokal dan 6 persen atau Rp302.000 untuk menikmati pertunjukan seni budaya. Sisanya dibelanjakan untuk produk kerajinan tangan, kulit, hingga kuliner khas Jogja.
“Wisatawan mancanegara mencatatkan pengeluaran yang relatif kuat karena didukung daya beli yang stabil dan pengaruh nilai tukar yang masih menguntungkan bagi mereka,” kata Lucia.
Dari sisi kunjungan, antusiasme wisatawan juga tetap tinggi. Selama periode 18–24 Maret 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Jogja mencapai 401.525 orang.
Meski angka tersebut lebih rendah dibanding periode Lebaran tahun sebelumnya yang berlangsung lebih lama dengan capaian 668.000 orang, jumlah kunjungan masih berpotensi bertambah pada hari-hari terakhir masa libur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.