Advertisement
Jogja Diserbu Wisatawan Pengeluaran Sekali Jalan Tembus Jutaan
Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo Jogja. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perputaran uang dari sektor pariwisata di Kota Jogja melonjak selama libur Lebaran 2026. Rata-rata pengeluaran wisatawan domestik tercatat mencapai jutaan rupiah dalam satu kali kunjungan.
Data Dinas Pariwisata Kota Jogja menunjukkan selama periode 18–24 Maret 2026, wisatawan domestik menghabiskan sekitar Rp2,2 juta per kunjungan. Angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi selama momentum libur Lebaran.
Advertisement
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning, menjelaskan pengeluaran terbesar masih didominasi sektor akomodasi. Sekitar 23 persen atau setara Rp529.000 dialokasikan wisatawan untuk tempat menginap.
“Selain akomodasi, belanja oleh-oleh kuliner menyumbang 14% atau sekitar Rp322 ribu. Sementara itu untuk konsumsi makan minum dan transportasi lokal masing-masing mencapai sekitar 10% atau Rp224 ribu,” ujarnya di Kota Jogja, Kamis (26/3/2026).
BACA JUGA
Menurutnya, peningkatan belanja ini dipicu kombinasi libur Lebaran dan tradisi mudik yang mendorong konsumsi. Tren perjalanan keluarga dengan durasi lebih panjang juga membuat pengeluaran wisatawan meningkat setelah Ramadan.
Belanja Wisatawan Mancanegara Lebih Tinggi
Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat mengeluarkan dana lebih besar, yakni sekitar Rp4,5 juta per kunjungan. Dari jumlah tersebut, sekitar 32 persen atau Rp1,4 juta digunakan untuk akomodasi.
Struktur belanja wisatawan mancanegara juga lebih beragam. Mereka mengalokasikan sekitar 16 persen atau Rp758.000 untuk konsumsi makanan, 15 persen atau Rp705.000 untuk jasa biro perjalanan, serta 9 persen atau Rp445.000 untuk pemandu wisata.
Selain itu, sekitar 8 persen atau Rp406.000 digunakan untuk transportasi lokal dan 6 persen atau Rp302.000 untuk menikmati pertunjukan seni budaya. Sisanya dibelanjakan untuk produk kerajinan tangan, kulit, hingga kuliner khas Jogja.
“Wisatawan mancanegara mencatatkan pengeluaran yang relatif kuat karena didukung daya beli yang stabil dan pengaruh nilai tukar yang masih menguntungkan bagi mereka,” kata Lucia.
Dari sisi kunjungan, antusiasme wisatawan juga tetap tinggi. Selama periode 18–24 Maret 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Jogja mencapai 401.525 orang.
Meski angka tersebut lebih rendah dibanding periode Lebaran tahun sebelumnya yang berlangsung lebih lama dengan capaian 668.000 orang, jumlah kunjungan masih berpotensi bertambah pada hari-hari terakhir masa libur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
- Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
- Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
- Harga Bahan Pokok di Bantul Stabil dan Bebas Penimbunan
- Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Advertisement







