Advertisement
Di Jalur Ekstrem Patuk Gunungkidul Relawan Bergerak Tanpa Komando
Ketua RKJR Etok Ngadija (kanan) bersama relawan berfoto di mobil ambulans seusai membantu warga di Padukuhan Baran, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, Sabtu (14/3/2026). - Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas relawan di jalur rawan kecelakaan di Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, berlangsung tanpa jeda. Setiap laporan kejadian di ruas Jogja–Wonosari langsung direspons, dengan personel yang bergerak cepat menuju lokasi, bahkan tanpa menunggu komando formal.
Dalam kondisi lalu lintas padat dan jalan berkelok di kawasan tersebut, keberadaan Relawan Keselamatan Jalan Raya (RKJR) menjadi penopang awal penanganan korban sebelum mendapat perawatan medis lanjutan. Sistem komunikasi melalui grup WhatsApp membuat koordinasi berjalan cepat, termasuk saat menjelang Lebaran yang tidak diikuti persiapan khusus.
Advertisement
Posko RKJR berdiri di pinggir jalan utama di Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk. Bangunannya sederhana berupa gazebo dengan garasi kecil untuk mobil operasional. Di dalamnya terpajang piagam penghargaan, dokumentasi evakuasi, serta informasi organisasi yang menunjukkan aktivitas kemanusiaan yang telah berjalan sejak 2021.
Posko tersebut berada di depan rumah Ketua RKJR, Etok Ngadija. Pada Sabtu pekan lalu suasana tampak sepi karena sebagian relawan menjalani pekerjaan masing-masing. Etok sendiri saat itu tengah bertani menanam kacang tanah di ladangnya.
BACA JUGA
Namun situasi dapat berubah dalam hitungan menit. Saat menerima informasi adanya kasus orang meninggal akibat gantung diri di Padukuhan Baran, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, Etok segera mengabarkan ke anggota dan menyiapkan mobil Toyota Kijang yang telah dimodifikasi menjadi ambulans. Empat relawan lain menyusul menggunakan sepeda motor ke lokasi.
“Beginilah keseharian kami dalam aksi kemanusiaan. Namun, paling banyak membantu korban kecelakaan lalu lintas,” ujar Etok.
Dari Jalur Rawan ke Aksi Nyata
Keberadaan RKJR tidak lepas dari tingginya angka kecelakaan di jalur Patuk. Relawan yang sebelumnya aktif dalam kegiatan sosial kemudian sepakat membentuk forum resmi agar penanganan korban bisa lebih cepat dan terorganisasi.
Wilayah kerja mereka mencakup di Sambipitu, Putat, hingga perbatasan Piyungan, Bantul. Di jalur ini, kecelakaan kerap terjadi dan membutuhkan respons cepat agar tidak berujung fatal.
Sepanjang tahun lalu, RKJR menangani 109 kejadian kecelakaan. Sementara pada 2026 hingga pertengahan Maret sudah tercatat 26 kasus.
“Trennya meningkat setiap tahun,” ungkap Etok.
Dalam penanganan, relawan telah dibekali pelatihan pertolongan pertama hingga evakuasi. Jika korban masih sadar, mereka akan meminta informasi keluarga. Jika tidak, prioritas utama adalah membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Untuk kejadian di sekitar Sambipitu, korban dibawa ke Rumah Sakit Nur Rohmah di Kapanewon Playen. Sedangkan di wilayah perbatasan Piyungan, korban biasanya dirujuk ke rumah sakit di Prambanan.
Selain evakuasi, relawan juga berupaya menghubungi keluarga korban agar segera mengetahui kondisi yang terjadi.
Dukungan Warga dan Upaya Pencegahan
Seluruh kegiatan RKJR bersifat sosial tanpa pungutan biaya. Operasional mereka didukung donasi masyarakat, termasuk mobil ambulans yang digunakan saat ini.
“Mobil yang kami miliki hasil donasi warga. Untuk operasional juga dibantu Baznas dan pihak lain,” ujar Etok.
Sebagai langkah pencegahan, RKJR membangun 15 titik kotak P3K di sepanjang jalur rawan kecelakaan dari perbatasan Bantul hingga Sambipitu. Keberadaan fasilitas ini memungkinkan pertolongan awal dilakukan lebih cepat.
Jalur Berisiko Tinggi
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Priya Tri Handaya, menyebut jalur Jogja–Wonosari di wilayah Patuk hingga Playen sebagai titik rawan kecelakaan. Faktor utama berasal dari kondisi jalan yang berkelok, naik turun, serta arus kendaraan yang padat.
Salah satu titik rawan berada di Padukuhan Gading III, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen. Sepanjang 2025, tercatat 20 kecelakaan dengan lima korban meninggal dunia dan 14 orang luka ringan.
“Kecelakaan sering terjadi karena pengendara memaksakan mendahului kendaraan di depannya,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” katanya.
Di jalur dengan risiko tinggi tersebut, relawan RKJR menjadi garda terdepan dalam penanganan awal, memastikan korban segera mendapatkan bantuan sebelum ditangani tenaga medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lonjakan 1,1 Juta Kendaraan di Tol Pandaan Malang Selama Mudik Lebaran
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






