86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan elpiji 3 kg di Sleman dipastikan tetap aman meski konflik di Timur Tengah memanas. Hingga sepekan setelah Lebaran 2026, distribusi gas bersubsidi masih berjalan lancar tanpa gangguan.
Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Nurdianto, menjelaskan bahwa distribusi gas elpiji dari pemasok masih berjalan normal. Sebelum Lebaran, KDMP menerima 60 tabung elpiji 3 kg, kemudian 50 tabung setelah Lebaran, dan dijadwalkan kembali mendapat tambahan 60 tabung pada Rabu mendatang.
“Serapan gas juga cepat, soalnya kami sudah punya anggota yang memanfaatkan. Selama menjadi pangkalan gas, kami belum pernah kekurangan,” kata Nurdianto dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Permintaan yang tinggi dari masyarakat justru dapat diimbangi dengan distribusi rutin, sehingga tidak terjadi kelangkaan di tingkat pangkalan.
Harianjogja.com telah menghubungi PT Digasda Tiga Putri melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.
Di sisi lain, Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, juga memastikan kondisi serupa di wilayahnya. Ia menyebut suplai elpiji di Sub Pangkalan KDMP Tamanmartani tetap lancar tanpa hambatan.
“Kami mendapat suplai dari PT Putra Pranata Utama,” kata Mawardi.
Manajer Operasional PT Putra Pranata Utama, Rusmala, menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah belum memengaruhi rantai pasok elpiji di Sleman. Distribusi ke pangkalan tetap berjalan sesuai jadwal rutin.
“Masih on schedule. Insyaallah tidak ada kendala. Kami hanya menyuplai elpiji untuk Sleman di DIY dengan total 34 titik distribusi,” kata Rusmala.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jalur distribusi energi lokal masih stabil meski ada tekanan global, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Sebelum libur Lebaran 2026, Pemkab Sleman juga telah melakukan pemantauan langsung untuk memastikan pasokan aman. Pemantauan dilakukan di PT Expra Baru sebagai agen dan Fajar Group Grosir sebagai pangkalan gas.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa kuota elpiji 3 kg untuk Sleman pada 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara 15.671.333 tabung.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat Lebaran, Pemkab Sleman juga mengajukan tambahan kuota fakultatif sebanyak 219.360 tabung pada Maret 2026.
Selain itu, distribusi elpiji didukung oleh 39 agen dan 2.802 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Sleman, sehingga akses masyarakat terhadap gas bersubsidi tetap terjaga.
Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Sleman masih mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024, yakni Rp18.000 per tabung, sehingga masyarakat tetap mendapatkan harga sesuai ketentuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.