Advertisement
Bukit TPU Seyegan Akan Dipangkas, Ruang Makam Ditambah
Pemakaman - Ilustraso - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menyiapkan langkah penambahan kapasitas pemakaman dengan meratakan lahan berbukit di TPU Seyegan. Area yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan akan dioptimalkan agar menambah ruang makam bagi masyarakat.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyebut lahan di sisi barat TPU memiliki kontur berbukit, sehingga sulit digunakan untuk pemakaman. Kondisi ini mendorong pemerintah melakukan pemangkasan tanah agar lebih fungsional.
Advertisement
Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman, Suwarsono, menjelaskan proses yang akan dilakukan meliputi pekerjaan cutting hingga pembangunan talud guna menata ulang struktur lahan.
“Karena berbukit kan tidak bisa digunakan untuk makam. Nah ini kami ratakan nanti ada pekerjaan cutting, talud, dan sebagainya,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (31/3/2026).
Ia menegaskan proyek ini bukan pembangunan TPU baru atau perluasan lahan, melainkan optimalisasi aset yang sudah dimiliki Pemkab Sleman. Dengan penataan tersebut, jumlah satuan ruang makam (SRM) diharapkan meningkat.
Saat ini, proyek masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dokumen perencanaan ditargetkan rampung pada April, dilanjutkan proses pengadaan sebelum kontrak fisik dimulai sekitar Juli.
“DED selesai bulan April, nanti sambil proses pengadaan, kemungkinan Juli sudah bisa kontrak fisik,” ujarnya.
Meski begitu, luas area yang akan diratakan belum ditentukan secara pasti karena masih menunggu hasil perencanaan detail. Program ini menjadi bagian dari antisipasi keterbatasan lahan pemakaman di Sleman ke depan.
Sementara itu, Kepala Subbagian Administrasi UPTD DPUPKP Sleman, Retno Handayani, menyebut kapasitas TPU di Sleman sebenarnya masih cukup luas. TPU Seyegan memiliki kapasitas sekitar 5.000 SRM dengan luas 5,1 hektare dan telah beroperasi sejak 2008.
Adapun TPU Madurejo di Kapanewon Prambanan juga memiliki kapasitas sekitar 5.000 SRM dengan luas 7,1 hektare dan mulai digunakan sejak 2016. Lokasi ini mencakup pemakaman umum, tumpang, serta area khusus pasien Covid-19.
Sementara TPU Seyegan selama ini dimanfaatkan untuk pemakaman umum, pengungsi, campuran, hingga korban erupsi Gunung Merapi.
Dengan optimalisasi lahan berbukit tersebut, pemerintah berharap kebutuhan ruang pemakaman di Sleman tetap terjaga tanpa harus membuka lahan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Apartemen Cipinang Jadi Pabrik Ekstasi, Polisi Sita Ribuan Butir
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






