Gelombang Panas Prancis Tewaskan 2.025 Orang, Eropa Siaga
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
Pamong membawa glondong pangarem-arem dalam kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, di Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026) ist/humas pemda diy
Harianjogja.com, JOGJA — Perayaan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X tak hanya diisi prosesi seremonial. Pemerintah Daerah DIY menghadirkan pesta rakyat dengan membagikan ribuan nasi angkringan gratis di sepanjang kawasan Jalan Malioboro.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua sesi untuk menjangkau masyarakat luas, mulai dari unsur kalurahan hingga wisatawan.
Pada pagi hingga siang hari, sajian angkringan disiapkan di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta bagi pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY yang tergabung dalam Nayantaka.
Memasuki sore hari, suasana berubah menjadi pesta rakyat terbuka di Malioboro. Masyarakat dapat menikmati hidangan angkringan sambil menyaksikan pertunjukan seni di ruang publik.
“Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing. Total dua sesi mencapai lebih dari 16.000 porsi,” jelas Imam.
Distribusi dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–22.00 WIB, guna menjaga kenyamanan pengunjung di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
Tak hanya nasi angkringan, sajian tumpeng juga akan dibagikan di sejumlah titik sepanjang Malioboro. Bentangan angkringan ini membentang dari kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, termasuk area Pasar Beringharjo dan Museum Sonobudoyo.
Di sela-sela lokasi angkringan, pengunjung juga akan disuguhi pertunjukan seni di berbagai titik panggung. Beberapa di antaranya berada di kawasan BPD DIY, Teras Malioboro, hingga depan Kepatihan.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut kegiatan ini mengusung konsep “Pesta Rakyat Golong Gilig” dengan pendekatan “art on the street”.
Sebanyak 10 titik pertunjukan budaya akan meramaikan acara, menampilkan beragam kesenian seperti jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga musik keroncong dan band.
Menurutnya, angkringan dipilih sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Konsep ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam ruang publik yang terbuka.
Selain menjadi bentuk penghormatan, momentum ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan di Yogyakarta, terutama di tengah libur panjang akhir pekan.
“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Momentum kebersamaan yang sederhana, tapi kuat maknanya,” kata Imam.
Dengan perpaduan kuliner dan seni, perayaan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang hangat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya yang hidup di tengah warganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
KCI pastikan KRL tetap beroperasi meski pasokan listrik PLN terganggu, keterlambatan hanya sekitar tiga menit.
BTS dinobatkan sebagai tamu kehormatan di La Plata Argentina jelang konser tur dunia ARIRANG Oktober 2026.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.