Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Pamong membawa glondong pangarem-arem dalam kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, di Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026) ist/humas pemda diy
Harianjogja.com, JOGJA — Perayaan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X tak hanya diisi prosesi seremonial. Pemerintah Daerah DIY menghadirkan pesta rakyat dengan membagikan ribuan nasi angkringan gratis di sepanjang kawasan Jalan Malioboro.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua sesi untuk menjangkau masyarakat luas, mulai dari unsur kalurahan hingga wisatawan.
Pada pagi hingga siang hari, sajian angkringan disiapkan di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta bagi pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY yang tergabung dalam Nayantaka.
Memasuki sore hari, suasana berubah menjadi pesta rakyat terbuka di Malioboro. Masyarakat dapat menikmati hidangan angkringan sambil menyaksikan pertunjukan seni di ruang publik.
“Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing. Total dua sesi mencapai lebih dari 16.000 porsi,” jelas Imam.
Distribusi dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–22.00 WIB, guna menjaga kenyamanan pengunjung di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
Tak hanya nasi angkringan, sajian tumpeng juga akan dibagikan di sejumlah titik sepanjang Malioboro. Bentangan angkringan ini membentang dari kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, termasuk area Pasar Beringharjo dan Museum Sonobudoyo.
Di sela-sela lokasi angkringan, pengunjung juga akan disuguhi pertunjukan seni di berbagai titik panggung. Beberapa di antaranya berada di kawasan BPD DIY, Teras Malioboro, hingga depan Kepatihan.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut kegiatan ini mengusung konsep “Pesta Rakyat Golong Gilig” dengan pendekatan “art on the street”.
Sebanyak 10 titik pertunjukan budaya akan meramaikan acara, menampilkan beragam kesenian seperti jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga musik keroncong dan band.
Menurutnya, angkringan dipilih sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Konsep ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam ruang publik yang terbuka.
Selain menjadi bentuk penghormatan, momentum ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan di Yogyakarta, terutama di tengah libur panjang akhir pekan.
“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Momentum kebersamaan yang sederhana, tapi kuat maknanya,” kata Imam.
Dengan perpaduan kuliner dan seni, perayaan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang hangat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya yang hidup di tengah warganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.