Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Putri-putri Sri Sultan HB X secara simbolis menyerahkan hasil bumi kepada bupati dan wali kota di depan Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil bumi yang dikumpulkan dari 438 kalurahan dan kelurahan se-DIY dalam rangka Mangayubagya Yuswo Dalem ke-80 Sri Sultan HB X akhirnya disalurkan kembali kepada masyarakat melalui bupati dan wali kota, Kamis (2/4/2026).
Distribusi tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah kirab pamong berakhir di Bangsal Pagelaran Kraton, di mana seluruh hasil bumi dikumpulkan dalam satu titik sebelum diserahkan secara simbolis sekitar pukul 11.00.
Beragam komoditas turut terkumpul dalam kegiatan ini, mulai dari sayur, buah, palawija hingga produk UMKM. Seluruh hasil bumi itu kemudian diserahkan oleh Sri Sultan HB X yang diwakili putri-putrinya kepada para kepala daerah untuk didistribusikan ke warga yang membutuhkan di wilayah masing-masing.
Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi kepada para pamong yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap hasil bumi yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga semuanya juga sama-sama sehat. Hasil bumi yang diberikan bagus-bagus, saya kembalikan ke mereka lagi, saya serahkan secara simbolik ke bupati wali kota dengan harapan bisa dibagi rata dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Bantul, Halim Muslih, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mendoakan Sri Sultan HB X agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyalurkan hasil bumi tersebut secara optimal kepada masyarakat. “Sehingga kami bupati-wali kota sebagai pembantu beliau bisa turut mendukung memberikan kinerja yang lebih baik di daerah masing-masing,” katanya.
Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, menilai kegiatan ini menjadi representasi nyata semangat gotong royong masyarakat DIY. Menurutnya, hasil bumi yang diserahkan ke Kraton pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat melalui pemerintah daerah.
“Glondong pangarem-arem kita berikan ke Kraton, tapi dari Kraton diberikan bagi yang membutuhkan melalui bapak-ibu bupati. Dikembalikan ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai gotong royong tersebut menjadi teladan kepemimpinan yang perlu diterapkan hingga level pemerintahan paling bawah, terutama oleh para lurah dalam melayani masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.