Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Putri-putri Sri Sultan HB X secara simbolis menyerahkan hasil bumi kepada bupati dan wali kota di depan Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil bumi yang dikumpulkan dari 438 kalurahan dan kelurahan se-DIY dalam rangka Mangayubagya Yuswo Dalem ke-80 Sri Sultan HB X akhirnya disalurkan kembali kepada masyarakat melalui bupati dan wali kota, Kamis (2/4/2026).
Distribusi tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah kirab pamong berakhir di Bangsal Pagelaran Kraton, di mana seluruh hasil bumi dikumpulkan dalam satu titik sebelum diserahkan secara simbolis sekitar pukul 11.00.
Beragam komoditas turut terkumpul dalam kegiatan ini, mulai dari sayur, buah, palawija hingga produk UMKM. Seluruh hasil bumi itu kemudian diserahkan oleh Sri Sultan HB X yang diwakili putri-putrinya kepada para kepala daerah untuk didistribusikan ke warga yang membutuhkan di wilayah masing-masing.
Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi kepada para pamong yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap hasil bumi yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga semuanya juga sama-sama sehat. Hasil bumi yang diberikan bagus-bagus, saya kembalikan ke mereka lagi, saya serahkan secara simbolik ke bupati wali kota dengan harapan bisa dibagi rata dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Bantul, Halim Muslih, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mendoakan Sri Sultan HB X agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyalurkan hasil bumi tersebut secara optimal kepada masyarakat. “Sehingga kami bupati-wali kota sebagai pembantu beliau bisa turut mendukung memberikan kinerja yang lebih baik di daerah masing-masing,” katanya.
Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, menilai kegiatan ini menjadi representasi nyata semangat gotong royong masyarakat DIY. Menurutnya, hasil bumi yang diserahkan ke Kraton pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat melalui pemerintah daerah.
“Glondong pangarem-arem kita berikan ke Kraton, tapi dari Kraton diberikan bagi yang membutuhkan melalui bapak-ibu bupati. Dikembalikan ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai gotong royong tersebut menjadi teladan kepemimpinan yang perlu diterapkan hingga level pemerintahan paling bawah, terutama oleh para lurah dalam melayani masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.