5 Kalurahan di Sleman Siapkan Pilur PAW, Ini Daftar Calonnya
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Padukuhan Kurahan III, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan menghadapi kendala perizinan lahan. Pemerintah Kabupaten Sleman menemukan sebagian area yang direncanakan masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, menjelaskan total lahan yang disiapkan mencapai 5,1 hektare. Namun, dari luasan tersebut, sekitar 3,2 hektare berstatus LSD dan 1,9 hektare merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman sudah bersurat ke Kementerian Pertanian terkait LSD ini. Kalau LP2B jelas diminta ada lahan pengganti. Sleman kesulitan mencarinya, sehingga opsi paling memungkinkan adalah moratorium LSD,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Pemkab Sleman kini menunggu keputusan moratorium dari pemerintah pusat sebagai syarat utama kelanjutan pembangunan. Tanpa adanya izin tersebut, proyek Sekolah Rakyat belum dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Selain itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, juga menekankan pentingnya penyelesaian seluruh aspek perizinan sebelum pembangunan difungsikan.
Proyek Serupa di Moyudan Juga Terkendala LP2B
Selain di Seyegan, pembangunan Sekolah Rakyat juga direncanakan di Kapanewon Moyudan. Lokasi ini akan menggantikan SR MA 19 Bantul dan SR MA 20 Sleman yang saat ini masih menggunakan aset milik pemerintah pusat.
Namun, proyek di Moyudan juga menghadapi kendala serupa. Lahan seluas 7,1 hektare yang akan digunakan berstatus LP2B, sehingga membutuhkan lahan pengganti sesuai ketentuan dari Kementerian Pertanian.
“Kewenangan kami sebatas memantau jawaban dari surat alih fungsi LP2B,” kata Sigit.
Target Pembangunan Juni 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Moyudan direncanakan dimulai pada Juni 2026 oleh Kementerian Sosial.
Saat ini, proses administratif terkait penyediaan lahan pengganti LP2B masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada April 2026.
“Insyaallah proses LP2B bisa selesai bulan April ini,” ujarnya.
Dengan berbagai kendala status lahan, keberlanjutan proyek Sekolah Rakyat di Sleman kini sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat terkait moratorium LSD dan penyediaan lahan pengganti LP2B.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.