Belum Main di Liga 1, Markus Madjar Fokus Kejar Fisik di PSS Sleman
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Kim Kurniawan./Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Laga melawan Barito Putera menjadi penentuan penting bagi PSS Sleman dalam menjaga peluang bertahan di papan klasemen Pegadaian Championship 2025/2026. Tiga poin dari pertandingan akhir pekan ini dinilai krusial sebagai pijakan menuju target akhir musim.
Manajemen tim menargetkan tambahan sembilan poin dari empat laga tersisa. Artinya, kemenangan atas Barito menjadi langkah awal yang tak boleh gagal jika Laskar Sembada ingin mengamankan posisi.
Manajer tim PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan, menyebut perhitungan matematis menunjukkan kebutuhan minimal sembilan poin untuk berada di zona aman.
"Kalau dilihat secara matematis, misalnya target aman ada di angka sembilan poin, berarti kemenangan di laga besok [kontra Barito] akan sangat krusial untuk mengamankan tiga poin pertama," ungkapnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, jika tiga poin berhasil diraih di laga terdekat, maka beban di pertandingan berikutnya akan lebih ringan. Tim hanya perlu mengamankan enam poin dari tiga laga sisa.
"Jika tiga poin bisa didapatkan besok, maka tinggal membutuhkan enam poin lagi dan itu akan membuat posisi tim jauh lebih aman sebelum pertandingan terakhir," tandasnya.
Selain menghadapi Barito, PSS masih harus melakoni tiga laga lain melawan Persiku Kudus, Persiba Balikpapan, dan PSIS Semarang.
Di sisi teknis, pelatih kepala Ansyari Lubis menilai duel kontra Barito dipastikan berlangsung ketat. Hal ini berkaca pada dua pertemuan sebelumnya yang selalu berakhir imbang.
"Saya pikir pertandingan ini sangat krusial bagi kami, begitu juga bagi Barito, karena mereka juga sama-sama mengincar kemenangan. Artinya, pertandingan nanti akan sangat menarik. Mudah-mudahan kami bisa mengambil keuntungan dari kondisi tim yang semakin hari semakin membaik," tegasnya.
Dengan tren performa yang mulai meningkat, PSS berharap momentum positif bisa dimanfaatkan untuk mengunci kemenangan pertama dari target sembilan poin yang dicanangkan hingga akhir musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Kulonprogo kekurangan ratusan guru SD-SMP. Disdikpora memprioritaskan penataan SDM sebelum mengusulkan rekrutmen baru.
RSUD Muntilan menguji Dashboard DIAMOND di empat instalasi untuk mengintegrasikan pelaporan, memantau kinerja, dan mendukung keputusan berbasis data.
Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin sertijab Irwasum Polri dan empat Kapolda, termasuk pejabat baru untuk Metro Jaya, Maluku, Jatim, dan Bali.
Bulog menyebut harga gabah hingga Rp9.000 per kg dan terbatasnya panen memicu kenaikan harga beras. Sebanyak 300.000 ton beras premium disiapkan.
Kemenkeu mencatat realisasi bansos Rp115,8 triliun per September 2026, mencakup PKH, Kartu Sembako, PIP, KIP Kuliah, dan PBI JKN.